banner 468x60 *** banner 468x60 ***

PLN Peduli Tanam 450 Fragmen Karang untuk Pulihkan Ekosistem Laut Mamuya

Ratusan fragmen karang ditanam menggunakan rak transplantasi di perairan sekitar Pantai Wauwo, Desa Mamuya, Kabupaten Halmahera Utara. Sebanyak 450 fragmen ditanam untuk membantu memulihkan ekosistem terumbu karang yang mengalami kerusakan. (Foto: PLN UIP MPA)
banner 120x600

Papuabaratnews.id, Halmahera Utara — Sebanyak 450 fragmen karang ditanam di perairan sekitar Pantai Wauwo, Desa Mamuya, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, sebagai bagian dari upaya memulihkan ekosistem terumbu karang yang mengalami kerusakan.

Transplantasi dilakukan PT PLN (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli bersama dosen dan mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Universitas Halmahera serta Walking Shark Diving Club.

banner 325x300

Lokasi transplantasi ditentukan setelah tim melakukan survei dan menemukan patahan karang mati serta rubble atau pecahan karang. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikasi kerusakan ekosistem yang diduga berkaitan dengan aktivitas penangkapan ikan yang merusak.

General Manager PLN UIP MPA, Raja Muda Siregar, mengatakan pemulihan terumbu karang merupakan bagian dari upaya menjaga sumber daya alam agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat hingga generasi mendatang.

“Bagi kami, menjaga lingkungan bukan sekadar menjalankan program, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab untuk memastikan sumber daya alam tetap terjaga dan dapat memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” kata Raja dalam keterangan yang diterima Papuabaratnews.id.

Menurut dia, penanaman fragmen karang tidak boleh berhenti pada kegiatan transplantasi. Perawatan dan pemantauan secara berkala diperlukan untuk memastikan karang yang ditanam dapat tumbuh dan berkembang menjadi koloni baru.

“Apa yang kita tanam hari ini mungkin belum langsung terlihat hasilnya, tetapi dengan perawatan dan komitmen bersama, kita berharap dapat menjadi ekosistem baru yang memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Raja mengatakan keberhasilan pemulihan terumbu karang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, PLN mengajak masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya ikut menjaga kawasan yang telah menjadi lokasi transplantasi.

“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada keberlanjutan. Karena itu, kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga apa yang sudah ditanam,” katanya.

Jaga Habitat Ikan

Penyelam melakukan transplantasi terumbu karang di perairan sekitar Pantai Wauwo, Desa Mamuya, Kabupaten Halmahera Utara. Pertumbuhan karang yang ditanam akan dipantau secara berkala agar dapat berkembang menjadi koloni baru dan membantu memulihkan habitat biota laut. (Foto: PLN UIP MPA)

Ketua Tim Program Transplantasi Terumbu Karang Mamuya sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Alam dan Teknologi Rekayasa Universitas Halmahera, Loana J. Totoda, mengatakan transplantasi menjadi salah satu langkah untuk membantu pemulihan ekosistem dan menjaga keanekaragaman hayati laut di Mamuya.

Menurut Loana, keberhasilan transplantasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah fragmen yang ditanam, tetapi juga perawatan serta pemantauan pertumbuhan karang secara berkelanjutan.

“Kami berharap fragmen karang yang telah ditanam dapat tumbuh dengan baik dan berkembang menjadi koloni-koloni baru,” ujar Loana.

Terumbu karang yang kembali sehat, kata dia, akan membantu memulihkan habitat berbagai jenis ikan dan organisme laut. Kondisi itu pada akhirnya diharapkan ikut mendukung produktivitas perikanan dan keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pesisir.

“Dengan terumbu karang yang semakin sehat, habitat ikan dapat kembali terjaga sehingga nantinya dapat mendukung produktivitas dan keberlanjutan mata pencaharian nelayan lokal,” katanya.

Berpeluang Dikembangkan Jadi Ekowisata

Selain memberikan manfaat ekologis, pemulihan terumbu karang di perairan Mamuya diharapkan membuka peluang pengembangan ekowisata bahari.

Loana mengatakan ekosistem terumbu karang yang sehat dapat menjadi modal bagi masyarakat Desa Mamuya untuk mengembangkan potensi wisata bawah laut tanpa mengabaikan aspek konservasi.

“Ke depannya, kami juga berharap kawasan ini dapat memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu destinasi ekowisata bahari Desa Mamuya, sehingga kelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Proses transplantasi terumbu karang dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari survei lokasi, persiapan rak transplantasi, pengambilan bibit, penanaman fragmen karang hingga pemantauan pertumbuhan.

Terumbu karang memiliki peran penting bagi keseimbangan ekosistem laut karena menjadi habitat, tempat berlindung, mencari makan, tumbuh, dan memijah bagi berbagai jenis ikan serta organisme laut.

Pemulihan kawasan terumbu karang Mamuya dalam jangka panjang diharapkan tidak hanya mengembalikan fungsi ekologis perairan, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir melalui sektor perikanan dan pengembangan ekowisata bahari. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *