Tarian Pangkur Sagu dan Tumbu Tanah memukau ribuan peserta sekaligus menjadi panggung bagi Penggalang Pegunungan Arfak memperkenalkan budaya Pegaf di tingkat nasional.
Papuabaratnews.id, Jakarta – Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Pegunungan Arfak mencuri perhatian dalam malam pentas seni Jambore Nasional (Jamnas) XII 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta, Minggu (16/8/2026) malam.
Di hadapan ribuan peserta Jamnas dari berbagai daerah, para Penggalang Kwarcab Pegunungan Arfak tampil membawakan tarian Pangkur Sagu yang kemudian ditutup dengan tarian Tumbu Tanah.
Gerakan yang energik, kekompakan para penari, serta dukungan yel-yel kontingen Papua Barat membuat suasana panggung semakin meriah.
Selain Pegunungan Arfak, Penggalang Kwarcab Kaimana juga tampil mewakili Kwartir Daerah (Kwarda) Papua Barat dengan membawakan tarian Seka-Seka.
Penampilan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi para Penggalang Pegunungan Arfak untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya daerah di hadapan peserta Pramuka dari seluruh Indonesia.
Sorak-sorai dan yel-yel Penggalang Papua Barat menggema mengiringi penampilan para penari. Dukungan tersebut menunjukkan antusiasme kontingen dalam membawa nama Papua Barat pada ajang Pramuka tingkat nasional.
Kenalkan Budaya hingga Pariwisata Keterlibatan kontingen Pegunungan Arfak dalam Jamnas XII 2026 tidak berhenti pada pentas seni.

Para Penggalang juga mengikuti karnaval budaya untuk memeriahkan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bersama kontingen Kwartir Cabang dan Kwartir Daerah dari berbagai wilayah.
Dalam karnaval tersebut, setiap kontingen menampilkan pakaian adat sebagai representasi identitas dan kekayaan budaya daerah masing-masing.
Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan budaya bagi para peserta Jamnas. Beragam pakaian adat yang ditampilkan memberikan kesempatan kepada peserta dan pengunjung untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia.
Kontingen Pegunungan Arfak yang bergabung dengan Kwarda Papua Barat turut memperkenalkan budaya dan sejarah daerah serta berbagai potensi pariwisata yang dimiliki.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Pegunungan Arfak Deny Agustinus Ngutra mengatakan, Jamnas XII 2026 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan budaya Pegunungan Arfak di tingkat nasional.
“Momentum ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan budaya Pegaf di panggung nasional,” kata Deny, Rabu (19/8/2026).
Menurut dia, berbagai rangkaian kegiatan yang diikuti kontingen Pegunungan Arfak menjadi sarana untuk memperkenalkan identitas daerah kepada generasi muda dari berbagai wilayah Indonesia.
Tarian Pangkur Sagu dan Tumbu Tanah menjadi bagian dari pertunjukan seni, sementara karnaval budaya dan stan pameran menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya, sejarah, serta potensi pariwisata Pegunungan Arfak. (pbn)


***
***





