banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Kelompok Bersenjata Tembak Pesawat Smart Air, Pilot-Kopilot Tewas

Pesawat Smart Air dengan nomor penerbangan PK-SNR ditembak KKB di Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026). (Dok. Istimewa)
banner 120x600

Pilot Kapten Egon Irawan dan Kopilot Baskoro beserta 13 penumpang sempat lari selamatkan diri ke dalam hutan. Tapi mereka berhasil dikejar. Kru pesawat dibunuh, tapi 13 penumpang yang merupakan warga lokal dibiarkan hidup 

Papuabaratnews.id, Jayapura — Aksi kelompok bersenjata di Papua semakin menjadi-jadi. Darah terus tumpah di Bumi Cendrawasih lewat tindakan brutal mereka.

banner 325x300

Terkini, pesawat milik PT Smart Air Aviation jadi sasaran penembakan di Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026).

Kapolres Boven Digoel, AKBP Wisnu Perdana Putra, mengonfirmasi bahwa pilot dan kopilot pesawat bernomor registrasi PK-SNR tersebut tewas dieksekusi setelah sempat berupaya menyelamatkan diri.

Pesawat yang bertolak dari Tanah Merah tersebut membawa 13 penumpang dengan tujuan Lapangan Terbang (Lapter) Korowai Batu.

Menurut keterangan kepolisian, serangan terjadi sesaat setelah pesawat mendarat pukul 11.00 WIT di Lapter Korowai Batu. Pesawat langsung dihujani tembakan, memaksa awak pesawat dan seluruh penumpang lari berpencar ke arah hutan. Namun, pelarian tersebut berakhir tragis bagi sang pilot dan kopilot.

“Sekitar pukul 13.00 WIT, kami mendapat informasi bahwa pilot dan kopilot ditemukan tewas,” ujar AKBP Wisnu, Rabu siang (11/2/2026).

Pilot dan co-pilot sempat melarikan diri ke arah hutan bersama ke-13 penumpang. Kapten Egon Irawan dan Baskoro juga sempat melaporkan kejadian tersebut melalui GPS Garmin. Meski sempat melarikan diri ke dalam hutan, pilot dan co-pilot ditemukan oleh para penembak dan dieksekusi hingga keduanya meninggal dunia.

“Pilot dan co-pilot dikejar oleh para pelaku kemudian dibawa dari dalam hutan ke lapangan terbang dan dibantai di situ,” kata Kapolres Boven Digoel, AKBP Wisnu Perdana Putra seperti dilansir Kompas.com.

Sementara 13 penumpang lainnya dinyatakan selamat. Kelompok penyerang diduga hanya mengincar awak kabin.

Ada pun para penumpang yang merupakan warga lokal, tidak mengalami kekerasan fisik. “Sementara para penumpang kondisi aman karena mereka warga setempat,” ungkap dia. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *