Pengurus PMI Papua Barat 2025–2030 diminta perkuat layanan darurat, donor darah, dan jejaring relawan di wilayah rawan bencana.
Papuabaratnews.id, Manokwari — Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla menegaskan bahwa pengurus PMI Provinsi Papua Barat harus selalu siaga selama 24 jam dalam menjalankan misi kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Ia mengatakan, peran PMI sangat krusial mengingat kondisi geografis Papua Barat yang menantang serta tingginya potensi bencana, mulai dari gempa bumi, banjir, hingga berbagai situasi darurat lainnya.
“Kalau ada bencana, orang sakit yang perlu darah, PMI harus siap siaga 24 jam,” ujar Jusuf Kalla saat melantik pengurus PMI Papua Barat periode 2025–2030 di Manokwari, Senin (24/11/2025).
Jusuf Kalla meminta pengurus PMI Papua Barat memperluas kerja sama lintas sektor, termasuk dengan pemerintah daerah, untuk memperkuat sistem penanggulangan bencana dan meningkatkan layanan donor darah. Ia menegaskan bahwa PMI adalah organisasi kemanusiaan yang selalu berada di garda terdepan ketika warga membutuhkan pertolongan.
“PMI itu kerjanya bantu masyarakat yang susah, bukan yang senang. PMI selalu terlibat dalam urusan kemanusiaan,” katanya.
Ketua PMI Papua Barat, Mohamad Lakotani, menyatakan komitmennya meningkatkan kapasitas organisasi agar semakin profesional, aktif, dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan tugas kemanusiaan. Dalam waktu dekat, PMI Papua Barat juga akan menambah jumlah relawan terlatih di tujuh kabupaten untuk mempercepat dan memaksimalkan respons bantuan bagi warga terdampak.
“Jaringan relawan kemanusiaan perlu diperluas sembari meningkatkan kapasitas pengurus organisasi,” ucap Lakotani.
Menurut dia, PMI memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan ketersediaan darah yang aman bagi pasien serta menjaga keselamatan masyarakat ketika menghadapi kondisi darurat.
“PMI memikul amanah bekerja dengan ikhlas demi keselamatan banyak orang,” kata Lakotani. (pbn)


***
***





