banner 468x60

FinEXPO 2026, OJK Dorong Akses Keuangan Menjangkau Pesisir dan Pegunungan Papua Barat

Kepala OJK Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya Budi Rahman menyampaikan sambutan dalam FinEXPO 2026 di Plaza Universitas Papua, Manokwari, Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini menjadi sarana edukasi dan pengenalan produk serta layanan keuangan kepada masyarakat. (Foto: Dok. OJK PB-PBD)
banner 120x600

Pameran di Universitas Papua melibatkan 16 pelaku usaha jasa keuangan. Perluasan layanan diharapkan disertai edukasi dan perlindungan masyarakat dari pinjaman online ilegal serta investasi merugikan.

Papuabaratnews.id, Manokwari – Perluasan akses keuangan di Papua Barat diharapkan menjangkau masyarakat pesisir dan pegunungan, orang asli Papua, hingga pelaku usaha mikro. Akses tersebut perlu disertai pemahaman agar masyarakat mampu memilih dan menggunakan layanan keuangan secara aman.

banner 325x300

Pesan itu mengemuka dalam Financial Expo (FinEXPO) 2026 di Plaza Universitas Papua, Manokwari, yang berlangsung pada 23–24 Oktober 2026. Kegiatan ini diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) kedua provinsi.

Sebanyak 16 pelaku usaha jasa keuangan serta Bank Indonesia terlibat dalam kegiatan tersebut untuk memperkenalkan produk dan layanan keuangan kepada masyarakat.

Staf Ahli Gubernur Papua Barat Bidang Ekonomi dan Pembangunan Marthen L. Kocu menekankan pentingnya layanan keuangan menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.

“Inklusi keuangan harus merangkul orang asli Papua, saudara kita di pesisir dan pegunungan, mama-mama pedagang, penyandang disabilitas, pelajar, pekerja harian, dan pelaku usaha mikro,” kata Marthen dalam kegiatan tersebut.

Menurut dia, terbukanya akses keuangan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kehidupan keluarga.

“Satu langkah kecil hari ini dapat mengubah arah ekonomi satu keluarga untuk bertahun-tahun,” ujarnya.

Kepala OJK Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya Budi Rahman mengatakan, peningkatan literasi dan inklusi keuangan menjadi bagian penting dalam memperkuat kontribusi sektor jasa keuangan terhadap perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Foto bersama jajaran OJK, perwakilan pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan pada FinEXPO 2026 di Plaza Universitas Papua, Manokwari, Jumat (23/10/2026). Pameran yang berlangsung pada 23–24 Oktober tersebut melibatkan 16 pelaku usaha jasa keuangan serta Bank Indonesia. (Foto: Dok. OJK PB-PBD)

Karena itu, pengenalan produk keuangan perlu diikuti pemahaman tentang cara pemanfaatannya, termasuk manfaat dan risiko yang melekat pada setiap layanan.

“Mari bersama mengambil peran untuk memberikan pengalaman pengenalan dan pemanfaatan produk dan layanan lembaga jasa keuangan bagi seluruh masyarakat di Papua Barat sehingga kita dapat mewujudkan inklusi keuangan cerdas,” kata Budi, Jumat (23/10/2026).

Budi juga menyoroti besarnya potensi generasi muda. Menurutnya, generasi Z yang mencakup sekitar 25 persen penduduk Papua Barat dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Potensi tersebut perlu didukung dengan pendidikan keuangan sejak dini serta ketersediaan produk dan layanan yang sesuai kebutuhan.

FinEXPO 2026 merupakan bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 bertema “Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera”. Dengan memadukan edukasi dan hiburan, kegiatan ini memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal layanan keuangan secara langsung.

Sebelumnya, sejak September 2026, OJK bersama industri jasa keuangan telah melaksanakan edukasi keuangan, memfasilitasi pembukaan rekening, serta mempertemukan pelaku usaha dengan penyedia layanan keuangan melalui kegiatan business matching.

Anggota DPD RI daerah pemilihan Papua Barat Yance Samonsabra mengingatkan agar penyelenggaraan BIK memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pengenalan produk harus disertai peningkatan pemahaman mengenai manfaat, risiko, dan penggunaan layanan secara bijak.

“Bagi masyarakat Papua Barat, keberadaan OJK harus semakin dirasakan melalui kemudahan memperoleh informasi keuangan yang benar, akses terhadap layanan keuangan formal yang aman dan terjangkau, serta perlindungan dari praktik pinjaman online ilegal dan investasi yang merugikan masyarakat,” kata Yance.

Melalui kegiatan ini, OJK bersama pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan industri jasa keuangan berupaya memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan secara bertanggung jawab. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *