banner 468x60

Berita  

Perkuat UMKM Bomberay–Tomage, TEP Unpad Kembangkan Olahan Sagu dan Bantu Promosi Usaha

PENDAMPINGAN UMKM – Anggota Tim Ekspedisi Patriot Unpad Kelompok 13 menyerahkan stempel kepada seorang pelaku usaha di kawasan Bomberay–Tomage, Kabupaten Fakfak. Pembuatan stempel menjadi salah satu bentuk dukungan penyediaan identitas dan perlengkapan administrasi usaha masyarakat. (Foto: Dok. TEP Unpad)
banner 120x600

Pendampingan pelaku usaha di kawasan transmigrasi Fakfak mencakup pembuatan identitas usaha, spanduk, hingga pengembangan mi goreng sagu dan sagu goreng sebagai alternatif produk pangan lokal.

Papuabaratnews.id, Fakfak – Keterbatasan akses terhadap sarana promosi dan pengembangan produk masih menjadi tantangan bagi sebagian pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan transmigrasi Bomberay–Tomage, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

banner 325x300

Bagi pelaku usaha di wilayah tersebut, kebutuhan sederhana seperti membuat spanduk, stempel, daftar harga, hingga bahan promosi terkadang memerlukan biaya dan perjalanan ke tempat lain. Kondisi ini menjadi salah satu hambatan dalam membangun identitas usaha dan memperkenalkan produk kepada calon pembeli.

Persoalan tersebut mendapat perhatian Tim Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran (Unpad) Kelompok 13 melalui kegiatan pendampingan usaha masyarakat di kawasan transmigrasi Bomberay–Tomage.

Selain membantu penyediaan perlengkapan promosi, tim akademisi dan mahasiswa Unpad itu juga menyiapkan pengembangan dua produk olahan berbahan dasar sagu, yakni mi goreng sagu dan sagu goreng, sebagai alternatif diversifikasi pangan lokal yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha masyarakat.

Pendampingan ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan pelaku UMKM dalam memperkenalkan produk, membangun identitas usaha, serta membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis potensi sumber daya lokal.

Bantu Pelaku UMKM Bangun Identitas Usaha

Salah satu bentuk pendampingan yang dilakukan Tim Ekspedisi Patriot Unpad Kelompok 13 adalah membantu pelaku usaha menyiapkan berbagai kebutuhan identitas dan promosi.

Bantuan tersebut meliputi pembuatan spanduk atau baliho, stempel usaha, daftar menu dan harga, brosur, serta perlengkapan promosi lainnya.

Kehadiran identitas usaha yang jelas dinilai penting agar masyarakat lebih mudah mengenali nama usaha, jenis produk yang ditawarkan, dan informasi harga.

Bagi pelaku usaha skala kecil, terutama yang menjalankan kegiatan ekonomi dari rumah, sarana promosi sederhana dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan keterlihatan usaha di lingkungan sekitar.

Namun, keterbatasan transportasi dan biaya perjalanan membuat sebagian warga tidak mudah mengurus kebutuhan tersebut secara mandiri.

Priskae Kesucipto, warga RT 02 di kawasan Bomberay–Tomage, mengungkapkan bahwa untuk membuat stempel dan spanduk, warga sebelumnya harus melakukan perjalanan ke Boka.

“Kalau untuk ngurus sendiri, kan kadang mungkin mikir kendaraan, transportasi,” ujarnya.

Menurut Priskae, bantuan yang diberikan Tim Ekspedisi Patriot Unpad memudahkan warga, terutama mereka yang mengalami kesulitan untuk bepergian sendiri dalam mengurus perlengkapan usahanya.

Apresiasi serupa disampaikan Nursyuki, warga yang tengah merintis usaha. Ia mengaku terbantu dengan penyediaan spanduk sebagai salah satu sarana memperkenalkan usahanya kepada masyarakat.

“Saya berterima kasih kepada tim Patriot sudah membuatkan kita banner untuk usaha kita,” katanya.

Nursyuki berharap keberadaan penanda usaha tersebut dapat mendukung kelancaran kegiatan usahanya.

PENDAMPINGAN UMKM – Anggota Tim Ekspedisi Patriot Unpad Kelompok 13 menyerahkan stempel kepada seorang pelaku usaha di kawasan Bomberay–Tomage, Kabupaten Fakfak. Pembuatan stempel menjadi salah satu bentuk dukungan penyediaan identitas dan perlengkapan administrasi usaha masyarakat. (Foto: Dok. TEP Unpad)

Sementara itu, Susiana, pelaku UMKM asal Kampung Wonodadi Mulya, juga menyampaikan apresiasi atas bantuan pembuatan baliho yang diberikan Tim Ekspedisi Patriot Kelompok 13.

Dukungan tersebut menjadi salah satu bentuk pendampingan praktis bagi pelaku usaha kecil dalam membangun identitas dan meningkatkan kesiapan pemasaran produk.

Dorong Inovasi Pangan Lokal Berbasis Sagu

Selain membantu kebutuhan promosi, Tim Ekspedisi Patriot Unpad Kelompok 13 juga memberi perhatian pada pengembangan produk pangan berbasis sumber daya lokal.

Salah satu bahan pangan yang menjadi fokus pengembangan adalah sagu, komoditas yang memiliki kedekatan dengan tradisi pangan masyarakat Papua.

Melalui kegiatan pendampingan tersebut, tim menyiapkan pengembangan dua jenis olahan, yakni mi goreng sagu dan sagu goreng.

Pengembangan produk ini diarahkan untuk memperluas pilihan makanan olahan berbahan dasar sagu sekaligus membuka kemungkinan pemanfaatannya sebagai produk usaha rumah tangga.

Inovasi tersebut juga memperlihatkan peluang pengembangan pangan lokal melalui penyesuaian bentuk produk dan penyajian agar dapat menjangkau kebutuhan konsumen yang lebih beragam.

Produk berbahan dasar sagu memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi makanan siap konsumsi maupun camilan, bergantung pada proses produksi, pengemasan, serta kebutuhan pasar.

Dalam konteks pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengembangan olahan sagu tidak hanya berkaitan dengan penambahan variasi produk, tetapi juga membuka ruang bagi peningkatan nilai tambah bahan pangan lokal.

Meski demikian, pengembangan kedua produk tersebut masih memerlukan langkah lanjutan, terutama dalam penyempurnaan produk, pengemasan, penentuan harga, dan pengujian respons konsumen sebelum dipasarkan secara lebih luas.

DIVERSIFIKASI OLAHAN SAGU – Kemasan produk Sagu Goreng By Asdera yang menampilkan identitas produk, komposisi, dan pilihan varian rasa. Pengembangan kemasan menjadi bagian dari upaya menyiapkan produk pangan lokal agar lebih mudah dikenali calon konsumen. (Foto: Dok. TEP Unpad)

Penguatan UMKM Perlu Pendampingan Berkelanjutan

Kegiatan pendampingan usaha ini dilaksanakan Tim Ekspedisi Patriot Unpad Kelompok 13 yang diketuai Prof. Dr. Atwar Bajari, M.Si.

Tim tersebut beranggotakan Sarach Diba Hidayat, Adista Nurfadillah, Denis Setia Prismayana, Miryam Elizabeth Rambe, dan Raja Bani Yudanegara.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di kawasan transmigrasi Bomberay–Tomage, tim berupaya membantu pelaku usaha menjawab kebutuhan praktis yang dihadapi dalam menjalankan kegiatan ekonomi sehari-hari.

Penyediaan perlengkapan promosi dan pengembangan produk pangan lokal menjadi dua bentuk dukungan yang saling melengkapi.

Di satu sisi, identitas usaha membantu pelaku UMKM memperkenalkan produk kepada konsumen. Di sisi lain, pengembangan olahan sagu membuka peluang bagi masyarakat untuk memperluas jenis produk yang dapat ditawarkan.

Kendati demikian, penguatan usaha mikro tidak cukup hanya melalui penyediaan sarana promosi. Keberlanjutan kegiatan usaha juga membutuhkan peningkatan keterampilan produksi, pengelolaan keuangan, pengemasan, serta akses terhadap pasar.

Karena itu, pendampingan yang dilakukan perguruan tinggi berpotensi menjadi langkah awal bagi pengembangan kolaborasi lebih luas antara masyarakat, pemerintah daerah, dan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pemberdayaan ekonomi lokal.

Kehadiran Tim Ekspedisi Patriot Unpad di Bomberay–Tomage sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan kawasan transmigrasi tidak hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar, tetapi juga memerlukan penguatan kapasitas ekonomi masyarakat.

Melalui pemanfaatan potensi pangan lokal dan peningkatan kemampuan pemasaran, pelaku UMKM diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *