Papuabaratnews.id, Jayapura – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua (UIP MPA) membekali enam personelnya dengan keterampilan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kecelakaan kerja dan kondisi darurat medis.
Pembekalan tersebut dilakukan melalui pelatihan dan sertifikasi petugas P3K yang berlangsung selama tiga hari, 7–9 Oktober 2026, sebagai bagian dari penguatan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan perusahaan.
Enam peserta berasal dari PLN UIP MPA serta Unit Pelaksana Proyek (UPP) Maluku dan Papua 1 hingga UPP Maluku dan Papua 4. Mereka merupakan personel yang tergabung dalam Tim Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) dan Tim Tanggap Darurat.
Para personel tersebut memiliki peran penting dalam memberikan penanganan awal apabila terjadi kecelakaan kerja maupun kondisi kedaruratan medis sebelum korban memperoleh pertolongan lanjutan dari tenaga kesehatan.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktik untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan dalam memberikan pertolongan pertama secara cepat, tepat, dan sesuai prosedur.
Pada hari pertama, peserta mempelajari dasar-dasar kesehatan kerja serta ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai P3K di tempat kerja. Materi tersebut disampaikan oleh instruktur dari Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker).
Sementara pada hari kedua dan ketiga, peserta mengikuti pembelajaran dan praktik penanganan kondisi darurat yang dipandu instruktur dari tim ambulans.
Materi praktik mencakup pengenalan kondisi korban, pemeriksaan awal, penanganan pertama terhadap korban kecelakaan, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum bantuan medis lanjutan tiba.
Peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya memastikan keamanan lokasi kejadian agar tindakan pertolongan tidak menimbulkan risiko tambahan bagi korban maupun petugas.

Perkuat Budaya Keselamatan Kerja
General Manager PLN UIP MPA, Abdul Haris, mengatakan peningkatan kompetensi petugas P3K merupakan bagian dari upaya perusahaan membangun budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan.
Menurut dia, kesiapan personel menghadapi kondisi darurat menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung keselamatan pekerja, terutama dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
“Keselamatan pekerja merupakan prioritas dalam setiap aktivitas operasional PLN. Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, kami mendorong personel untuk memiliki kompetensi dan kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi kondisi darurat. Dengan demikian, mereka dapat memberikan pertolongan pertama secara tepat sekaligus mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman,” ujar Abdul Haris.
Ia menegaskan bahwa kemampuan memberikan pertolongan pertama perlu dimiliki personel yang bertugas dalam sistem tanggap darurat perusahaan.
Dengan keterampilan tersebut, petugas diharapkan mampu mengambil tindakan awal secara tepat ketika menghadapi kecelakaan maupun kondisi medis darurat di tempat kerja.
Pelatihan ini diselenggarakan dengan dukungan PT Cakra Biwa Consultant sebagai konsultan penyelenggara, serta pembinaan dan sertifikasi dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Melalui kegiatan tersebut, PLN UIP MPA berupaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, khususnya personel yang bertanggung jawab terhadap penanganan awal kecelakaan kerja.
Peningkatan kemampuan petugas P3K juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem tanggap darurat dan penerapan standar K3 di seluruh unit kerja PLN UIP MPA.
Perusahaan berharap personel yang telah mengikuti pelatihan dan sertifikasi dapat menerapkan pengetahuan serta keterampilan yang diperoleh untuk meningkatkan perlindungan terhadap pekerja sekaligus mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah Maluku dan Papua. (pbn)







