Papuabaratnews.id, Halmahera Utara – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua (UIP MPA) terus memperkuat komitmen menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap program konservasi Pantai Wauwo, Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara.
Bersama Program Studi Kehutanan Fakultas Ilmu Alam dan Teknologi Rekayasa (FIATER) Universitas Halmahera (UNIERA) dan Kelompok Konservasi Mamoa, PLN UIP MPA mendukung rehabilitasi pesisir melalui penanaman mangrove dan pelepasliaran tukik, Jumat (4/9/2026).
Sebanyak 100 bibit mangrove jenis Rhizophora apiculata ditanam di kawasan Pantai Wauwo. Bibit tersebut merupakan bagian dari stok pembibitan yang telah disiapkan dan dipelihara sejak 2025.
Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian konservasi yang dilakukan secara bertahap. Sebelumnya, pada 22 Agustus 2026, telah dilakukan pembibitan sebanyak 1.000 bibit mangrove yang terdiri atas jenis Rhizophora apiculata dan Bruguiera gymnorhiza.

Ketua PKM Program Studi Kehutanan UNIERA, Ebedly Lewerissa, mengatakan rehabilitasi kawasan pesisir membutuhkan ketekunan dan kesinambungan, mulai dari pembibitan, penanaman, hingga pemeliharaan dan pemantauan.
“Pembibitan yang telah dilakukan sebelumnya harus dilanjutkan sampai pada tahap penanaman, pemeliharaan, dan pemantauan. Pada saat yang sama, kita juga perlu menjaga satwa dan seluruh ekosistem yang ada di kawasan pesisir,” kata Ebedly.
Selain rehabilitasi mangrove, kegiatan konservasi di Pantai Wauwo diisi dengan pelepasliaran 30 ekor tukik penyu ke laut setelah menjalani perawatan selama kurang lebih satu minggu.
Pelepasliaran tersebut merupakan bagian dari upaya konservasi penyu yang selama ini dilakukan di kawasan Pantai Wauwo.
Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UIP MPA Edy Roy Antonius Sidabutar mengatakan, dukungan terhadap konservasi pesisir merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan program TJSL yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
“Melalui Program TJSL PLN Peduli, PLN UIP MPA berupaya hadir tidak hanya dalam mendukung program pembangunan kelistrikan bagi masyarakat, tetapi juga hadir dan memberikan aksi nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di wilayah kerja. Kami berharap dukungan ini dapat memperkuat upaya rehabilitasi Pantai Wauwo secara berkelanjutan,” ujar Edy.

Menurut dia, keberlanjutan menjadi aspek penting dalam pelaksanaan program TJSL. Karena itu, kegiatan konservasi tidak berhenti setelah mangrove ditanam atau tukik dilepas ke habitatnya.
“Penanaman mangrove dan pelepasliaran tukik merupakan bagian dari proses yang lebih besar. Setelah kegiatan ini, perlu ada pemeliharaan, monitoring, dan keterlibatan masyarakat agar manfaat ekologisnya dapat terus berkembang,” katanya.
Ketua Program Konservasi Mamoa Fiktor Imanuel Boleu menilai kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci dalam menjaga kelestarian ekosistem Pantai Wauwo.
“Menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan sendiri. Kampus, masyarakat, pemerintah, para pemangku kepentingan, dan generasi muda perlu bekerja bersama,” kata Fiktor.
Pantai Wauwo memiliki fungsi ekologis penting sebagai kawasan pesisir yang menjadi habitat berbagai jenis biota. Mangrove berperan melindungi garis pantai sekaligus menjadi habitat berbagai organisme. Kawasan tersebut juga memiliki nilai penting bagi konservasi penyu dan burung mamoa.
Melalui Program TJSL PLN UIP MPA, rehabilitasi mangrove, konservasi penyu, perlindungan habitat mamoa, serta edukasi lingkungan diharapkan dapat terus dikembangkan secara terintegrasi.
Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem pesisir Pantai Wauwo agar tetap lestari dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang. (pbn)







