Berita  

Papua Barat Naikkan Status Karhutla dari Siaga Menjadi Waspada

Satgas Karhutla Kabupaten Teluk Wondama melakukan pemadaman titik api di Distrik Naikere, Teluk Wondama, Papua Barat. (ANTARA/HO-Jack Tonu Bala)
banner 120x600

Sebanyak 3.317,56 hektare areal terdampak karhutla, Fakfak mencatat luasan terbesar mencapai lebih dari 2.300 hektare.

Papuabaratnews.id, Manokwari —  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat meningkatkan status penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari siaga menjadi waspada sebagai langkah antisipasi sekaligus memperkuat upaya mitigasi di daerah tersebut.

banner 325x300

Kepala Dinas Kehutanan Papua Barat, Jimmy Walter Susanto, mengatakan luas areal terdampak karhutla berdasarkan data aplikasi SiPongi+ (Sistem Pemantauan Karhutla) mencapai 3.317,56 hektare.

“Statusnya sudah ditingkatkan dari siaga ke waspada. Kabupaten Fakfak menjadi daerah dengan luasan karhutla paling banyak, sekitar 2.300 hektare lebih,” kata Jimmy di Manokwari, Senin (14/9/2026) seperti dikutip Antara.

Menurut dia, Pemprov Papua Barat telah membentuk satuan tugas (satgas) penanganan karhutla yang melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), kementerian dan lembaga terkait, serta TNI dan Polri.

Keberhasilan satgas dalam memitigasi perluasan dampak karhutla, kata Jimmy, tidak terlepas dari dukungan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, edukasi dan sosialisasi terus ditingkatkan mengingat dampak musim kemarau belum berakhir.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama berperan aktif menjaga lingkungan serta mengantisipasi potensi karhutla di tengah kondisi cuaca saat ini,” ujarnya.

Jimmy menjelaskan, karhutla paling banyak terjadi di areal penggunaan lain (APL) seluas 1.558,53 hektare. Selanjutnya, hutan produksi seluas 363,70 hektare lebih, hutan produksi terbatas 308,40 hektare, hutan produksi konversi sekitar 229,25 hektare, dan hutan lindung 36,51 hektare.

Tren karhutla pada 2026 mengalami peningkatan dibandingkan 2025 yang tercatat seluas 1.228,71 hektare. Karhutla tersebar di Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, Pegunungan Arfak, Teluk Wondama, Fakfak, dan Kaimana.

“Tahun ini meningkat karena kemarau berkepanjangan sebagai dampak dari El Nino,” ucap Jimmy.

Sementara itu, Kepala Biro Operasi Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat, Kombes Pol Erwin Irawan, mengatakan sebanyak 3.278 personel dikerahkan untuk menangani karhutla. Jumlah tersebut terdiri atas 1.403 personel Polda Papua Barat dan 1.875 personel polres jajaran.

Pembentukan satgas dan posko terpadu diharapkan mendukung optimalisasi penanganan karhutla sekaligus memperkuat strategi menekan perluasan kawasan yang terbakar. Koordinasi lintas instansi di masing-masing kabupaten juga terus diperkuat. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *