Bimtek ini diarahkan memperkuat kemampuan guru mengembangkan media pembelajaran interaktif dan mendorong siswa lebih aktif dalam proses belajar
Papuabaratnews.id, Pegunungan Arfak –- Transformasi pendidikan di daerah tidak cukup hanya dengan menghadirkan perangkat teknologi di sekolah. Kemampuan guru mengubah teknologi menjadi media pembelajaran yang menarik, interaktif dan berpusat pada siswa menjadi bagian penting dari keberhasilan digitalisasi pendidikan.
Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Pegunungan Arfak, Deny Agustinus Ngutra, saat membuka dan memberikan arahan pada kegiatan Bimbingan Teknis Pemanfaatan Digitalisasi Pembelajaran dan Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif (MPI) Tahun 2026, di SMP Negeri 1 Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak, Kamis (10/9/2026).
Menurut Deny, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang berlangsung sangat cepat telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Pola pembelajaran yang sebelumnya lebih banyak bertumpu pada buku teks dan penjelasan guru di depan kelas, kini dituntut untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Digitalisasi pembelajaran bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemanfaatan teknologi memungkinkan guru menyajikan materi pembelajaran secara lebih menarik, mudah dipahami, serta dapat diakses secara lebih fleksibel. Lebih dari itu, penggunaan media pembelajaran interaktif (MPI) memungkinkan proses belajar tidak lagi berlangsung satu arah.
Melalui media interaktif, kata Deny, siswa dapat terlibat lebih aktif, melakukan eksplorasi, bereksperimen dan membangun pemahamannya sendiri.
Pendekatan tersebut dinilai penting untuk mendukung peningkatan literasi dan numerasi, sekaligus menumbuhkan minat belajar peserta didik secara berkelanjutan.
Namun, menurutnya, ketersediaan teknologi tidak dengan sendirinya meningkatkan mutu pendidikan.
“Teknologi tersebut tidak akan bermanfaat jika tidak diiringi kemampuan pendidik dalam memanfaatkannya,” tegasnya.
Karena itu, Deny berharap Bimtek tersebut tidak berhenti pada pengenalan perangkat digital, tetapi benar-benar meningkatkan kemampuan guru dalam merancang dan mengembangkan media pembelajaran yang kreatif, inovatif dan interaktif.
Guru Dituntut Adaptif

Deny menyebut sedikitnya ada sejumlah tujuan penting yang hendak dicapai melalui kegiatan tersebut. Pertama, meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran.
Kedua, mendorong guru mampu merancang serta mengembangkan media pembelajaran yang kreatif, inovatif dan interaktif. Ketiga, menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan, bermakna dan berpusat pada siswa.
Keempat, menyiapkan peserta didik agar mampu beradaptasi dan bersaing di era digital.
Ia pun meminta para peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, penuh semangat dan terbuka terhadap pengetahuan baru.
“Jadikan kesempatan ini untuk bertanya, berdiskusi dan saling berbagi pengalaman dengan narasumber maupun rekan sejawat,” pesannya.
Deny juga berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama Bimtek dapat diterapkan setelah para peserta kembali ke sekolah masing-masing.
Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda pelatihan, tetapi menghasilkan perubahan nyata dalam praktik pembelajaran di ruang-ruang kelas di Pegunungan Arfak.
Kegiatan Bimtek ini dilaksanakan oleh BPMP Papua Barat dalam rangka peningkatan mutu pembelajaran berbasis teknologi, secara khusus diarahkan untuk meningkatkan kompetensi pendidik dalam mengoptimalkan pemanfaatan bantuan perangkat digitalisasi pembelajaran di satuan pendidikan. (pbn)







