Papuabaratnews.id, Halmahera Utara — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua (UIP MPA) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pembangunan berkelanjutan melalui Program Desa Berdaya Mamuya di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara. Program tersebut mengintegrasikan upaya pelestarian burung Mamoa sebagai satwa endemik Maluku Utara dengan penyediaan akses air bersih bagi masyarakat.
Komitmen itu diwujudkan melalui penyerahan bantuan Program Pengembangan Desa Berdaya Mamuya melalui Penguatan Konservasi Burung Mamoa dan Penyediaan Akses Air Bersih yang dilaksanakan pada Sabtu (20/6). Kegiatan tersebut dihadiri Kelompok Masyarakat Pengelola Konservasi Burung Mamoa, penerima manfaat program air bersih, Pemerintah Desa Mamuya, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, akademisi, serta perwakilan PLN.
Program Desa Berdaya Mamuya merupakan kolaborasi PLN UIP MPA dengan Program Studi Kehutanan Universitas Halmahera (Uniera) yang telah berjalan sejak 2024. Program ini dirancang untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal dengan mengintegrasikan aspek konservasi lingkungan, peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta penguatan kapasitas kelembagaan desa.
Salah satu fokus utama program adalah konservasi burung Mamoa (Eulipoa wallacei), satwa endemik Maluku Utara yang berstatus dilindungi. Melalui pendampingan secara berkelanjutan, kelompok konservasi di Desa Mamuya telah melakukan berbagai upaya pelestarian, mulai dari perlindungan habitat bertelur, penetasan semi alami, edukasi konservasi kepada masyarakat dan pelajar, hingga pengembangan wisata edukasi berbasis konservasi.

Program tersebut tidak hanya mendukung pelestarian keanekaragaman hayati, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui penguatan identitas Desa Mamuya sebagai kawasan konservasi dan wisata edukasi yang memiliki nilai ekologis tinggi.
Selain mendukung konservasi, PLN UIP MPA juga menghadirkan program penyediaan akses air bersih sebagai respons atas kebutuhan dasar masyarakat. Sebelumnya, sebagian warga masih mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih yang layak untuk kebutuhan sehari-hari.
Melalui program tersebut, dibangun sarana distribusi dan penampungan air pada empat titik lokasi yang diharapkan mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap sumber air bersih secara lebih mudah, aman, dan berkelanjutan.
Ketua Program Pengembangan Desa Berdaya Mamuya sekaligus Dosen Program Studi Kehutanan Universitas Halmahera, Fiktor Imanuel Boleu, S.Si., M.Si., mengatakan keberhasilan program konservasi burung Mamoa merupakan hasil sinergi berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian satwa endemik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Keberhasilan program konservasi Mamoa tidak terlepas dari dukungan PLN melalui program PLN Peduli, masyarakat, pemerintah desa, dan berbagai pemangku kepentingan yang secara bersama-sama menjaga keberlangsungan satwa endemik ini. Di sisi lain, program penyediaan akses air bersih pada tahun ini menjadi kebutuhan yang sangat mendesak karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Menurut Fiktor, penyediaan akses air bersih juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang menekankan pentingnya akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak bagi seluruh masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Mamuya, Budiman Djoma, S.IP., mengapresiasi dukungan dan pendampingan yang diberikan PLN UIP MPA bersama Program Studi Kehutanan Universitas Halmahera dalam mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat di desa tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan PLN yang selama ini hadir mendampingi masyarakat Desa Mamuya. Program konservasi burung Mamoa telah membantu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kekayaan hayati yang kami miliki, sementara program akses air bersih menjadi solusi yang sangat dibutuhkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami berharap program ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Budiman.
General Manager PLN UIP MPA, Raja Muda Siregar, menjelaskan Program Desa Berdaya Mamuya merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menciptakan creating shared value melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), yang tidak hanya memberikan manfaat sosial kepada masyarakat, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
“PLN percaya bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari tersedianya infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat dan lingkungan. Melalui Program Desa Berdaya Mamuya, kami berupaya menghadirkan solusi yang menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam yang menjadi aset penting bagi generasi mendatang,” ujar Raja Muda.
Ia menambahkan, konservasi burung Mamoa dan penyediaan akses air bersih merupakan dua program yang saling melengkapi dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (pbn)







