Kerja sama mencakup peningkatan mutu pendidikan, program RPL bagi ASN, hingga pengembangan pariwisata dan komoditas unggulan di Pegunungan Arfak.
Papuabaratnews.id, Manokwari — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pegunungan Arfak dan Universitas Papua (Unipa) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah strategis untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Pegunungan Arfak. Kesepakatan tersebut ditandatangani di Manokwari, Sabtu (20/6/2026).
Bupati Pegunungan Arfak, Dominggus Saiba, menyambut baik kerja sama tersebut dan menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan Pegunungan Arfak di masa depan.
“Saya menyambut baik nota kesepahaman ini dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia di Pegunungan Arfak ke depan,” ujar Dominggus Saiba.
Dalam kesempatan ini, Bupati Dominggus menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan Pegunungan Arfak untuk segera menyusun program-program konkret yang akan mulai dijalankan pada tahun 2027.
“Kepala Dinas Pendidikan agar terus memperkuat komunikasi dan koordinasi antara pemerintah daerah dengan pihak rektorat Unipa sehingga program yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan Masyarakat,” jelasnya.

Menurut Dominggus, pendidikan merupakan kunci utama untuk meningkatkan daya saing masyarakat Papua, khususnya generasi muda Pegunungan Arfak. Karena itu, ia mendorong putra-putri daerah Pegunungan Arfak agar terus melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.
“Kita anak-anak Papua jangan kalah dengan yang lain. Kita juga harus bisa,” tegasnya.
Komitmen yang sama disampaikan Rektor Universitas Papua, Hugo Warami. Ia menegaskan bahwa Unipa siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan SDM melalui berbagai program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurut Hugo, kerja sama tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan akses pendidikan, tetapi juga mencakup pengembangan kapasitas aparatur sipil negara (ASN), penguatan sektor ekonomi berbasis potensi lokal, hingga pengembangan kawasan wisata di Pegunungan Arfak.
Di bidang pendidikan, Unipa telah memulai skema rekognisi pembelajaran dan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang dikoordinasikan bersama Dinas Pendidikan. Sementara bagi ASN, Unipa menawarkan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang memungkinkan pegawai melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana, magister, hingga doktor tanpa harus meninggalkan tempat tugas.

Selain itu, Unipa juga siap mendukung riset dan pendampingan pengembangan komoditas unggulan daerah, seperti kopi Arfak, serta sektor pariwisata yang dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Unipa punya komitmen betul untuk pengembangan sumber daya manusia di Pegunungan Arfak,” kata Hugo.
Ia mengungkapkan bahwa universitas tersebut juga memiliki aset lahan di Pegunungan Arfak yang berpotensi dikembangkan untuk mendukung kegiatan pendidikan, termasuk rencana pembangunan kampus mini di wilayah tersebut.
Kerja sama antara Pemkab Pegunungan Arfak dan Unipa ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam menciptakan SDM yang berkualitas, kompetitif, dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah. (pbn)







