banner 468x60 *** banner 468x60 ***

11 Bandara di Papua Kembali Beroperasi setelah Penutupan Pascainsiden Penembakan

Ilustrasi Pesawat perintis melayani penerbangan di wilayah pedalaman Papua. Operasional 11 bandara perintis yang sempat ditutup kini kembali dibuka untuk memulihkan konektivitas. (Dok. Kemenhub)
banner 120x600

Sudah dibuka. Nggak ada masalah. Memang kita koordinasi terus dengan pihak keamanan, TNI dan Polri.

Papuabaratnews.id, Jakarta –- Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan sebanyak 11 bandara perintis di wilayah Papua yang sempat ditutup setelah insiden penembakan yang menyebabkan tewasnya pilot dan kopilot, kini kembali beroperasi normal.

banner 325x300

“Sudah dibuka kok, sudah dibuka, sudah dibuka,” kata Menhub saat dikonfirmasi dalam bincang bersama awak media di Jakarta, Kamis malam (9/4/2026) seperti dikutip Antara.

Penutupan sementara bandara-bandara tersebut sebelumnya dilakukan pemerintah sebagai langkah pengamanan menyusul insiden penembakan yang menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan penerbangan di sejumlah wilayah terpencil Papua. Insiden penembakan saat itu terjadi pada Kamis (11/2).

Dudy menegaskan seluruh bandara yang terdampak kini telah dibuka kembali setelah adanya jaminan keamanan dari aparat yang memastikan aktivitas penerbangan dapat berlangsung dengan aman dan terkendali.

“Karena memang ada jaminan keamanan dari aparat,” ujar Menhub.

Ia juga menyampaikan pemerintah terus melakukan koordinasi intensif dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) guna menjaga stabilitas keamanan di sekitar bandara perintis tersebut secara berkelanjutan.

Menurut dia, dengan dibukanya kembali seluruh bandara tersebut, konektivitas transportasi udara di Papua dapat pulih sehingga mobilitas masyarakat serta distribusi logistik kembali berjalan lancar tanpa gangguan berarti.

“Iya sudah dibuka, sudah dibuka. Nggak ada masalah. Memang kita koordinasi terus dengan pihak keamanan, TNI dan Polri,” ucap Menhub.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menutup sementara 11 bandara perintis di wilayah Papua sebagai langkah preventif setelah insiden penembakan pilot dan kopilot, guna memastikan keselamatan penerbangan dan keamanan operasional bandara.

Penutupan 11 bandara dan lapangan terbang perintis dilakukan menyikapi kejadian penembakan pesawat Smart Cakrawala Aviation yang mengakibatkan pilot dan kopilot pesawat perintis itu meninggal dunia.

Dalam insiden yang terjadi pada 11 Februari 2026 itu, pilot dan kopilot pesawat perintis meninggal dunia diduga akibat ditembak di wilayah Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan.

Ke-11 bandara perintis itu meliputi Satpel Koroway Batu, Bandara Bomakia, Satpel Yaniruma, Satpel Manggelum, Lapter Kapiraya, Lapter Iwur, Lapter Faowi, Lapter Dagai, Lapter Aboy, Lapter Teraplu, dan Lapter Beoga.

Selain itu, terdapat lima bandara dengan situasi rawan terkendali namun terdapat pengamanan dari aparat TNI/Polri, sehingga operasional penerbangan dapat dilaksanakan dengan tetap memperhatikan perkembangan kondisi daerahnya.

Kelima bandara itu meliputi Bandara Kiwirok, Bandara Moanamani, Satpel Sinak di Ilaga, Satpel Agandugume di Ilaga dan Bandara Illu. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *