Kunjungan lokasi GM PLN UIP MPA pastikan progres proyek pembangkit gas di Halmahera Utara berjalan sesuai target untuk memperkuat keandalan sistem kelistrikan Maluku Utara.
Papuabaratnews.id, Halmahera Utara – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua (UIP MPA) mempercepat penyelesaian proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Tobelo berkapasitas 10 MegaWatt (MW) di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara.
General Manager PLN UIP MPA Nur Hardiyanto melakukan site visit ke lokasi proyek pada 11 Februari 2026 untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai target serta memantau kesiapan menuju tahap operasi.
Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari penguatan pengendalian proyek agar seluruh tahapan konstruksi berjalan sesuai standar mutu, keselamatan kerja, dan jadwal yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan itu, Nur didampingi Senior Manager Operasi Konstruksi II PLN UIP MPA Hartono serta Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Maluku dan Papua (UPP MPA) 2 Sugeng Santoso.
Sugeng mengatakan, pembangunan PLTMG Tobelo saat ini menunjukkan perkembangan positif dan masih berada dalam jalur perencanaan.
“Kami terus melakukan pengawasan dan pengendalian proyek secara intensif untuk memastikan seluruh pekerjaan konstruksi berjalan optimal. Fokus utama kami menjaga kualitas, keselamatan kerja, serta memperkuat koordinasi dengan kontraktor dan pemangku kepentingan,” ujarnya.

Menurut Sugeng, pembangunan pembangkit ini tidak hanya berorientasi pada penyediaan listrik, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, termasuk membuka peluang kerja bagi tenaga lokal serta mendorong aktivitas ekonomi.
Sementara itu, Nur Hardiyanto menegaskan bahwa PLTMG Tobelo merupakan proyek strategis dalam memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Maluku Utara.
“PLN berkomitmen memastikan proyek ini berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat biaya. Kehadiran PLTMG Tobelo diharapkan meningkatkan keandalan pasokan listrik serta mendukung kebutuhan energi sektor industri, UMKM, dan pelayanan publik,” katanya.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah timur Indonesia menjadi bagian dari upaya PLN mendorong pemerataan pembangunan sekaligus menghadirkan energi yang andal dan berkelanjutan, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). (pbn)







