Koordinasi dengan Pemda dan PLN, genset cadangan dimanfaatkan sementara untuk atasi dampak padam sejak 5 Januari.
Papuabaratnews.id, Teluk Bintuni — Tangguh LNG menegaskan komitmennya dalam mendukung pemulihan pasokan listrik darurat di Kampung Tanah Merah Baru (TMB) dan Kampung Saengga, Kabupaten Teluk Bintuni, melalui koordinasi bersama Pemerintah Daerah dan PLN.
Bersama Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dan PLN, bp sebagai operator Tangguh LNG telah memperoleh persetujuan Pemerintah agar PLN dapat memanfaatkan sementara genset cadangan yang merupakan barang milik negara dan berada di bawah pengelolaan bp untuk operasi Tangguh LNG. Langkah ini ditempuh guna membantu penyediaan listrik darurat bagi masyarakat.
Padamnya pasokan listrik sejak 5 Januari 2026 akibat kerusakan trafo milik PLN berdampak pada aktivitas warga, fasilitas umum, kegiatan ekonomi, hingga operasional pompa air bersih, terutama di bulan Ramadan.

VP Communications & External Affairs bp Indonesia, Becky Unidjaja, menyampaikan bahwa sejak awal pihaknya berfokus pada aspek keselamatan, menjaga kebutuhan dasar warga, serta mendukung PLN dalam menemukan solusi darurat sembari menunggu perbaikan permanen trafo.
“Kami memahami sepenuhnya dampak yang dirasakan masyarakat akibat pemadaman listrik ini. Sejak awal, fokus kami adalah memastikan keselamatan, membantu menjaga kebutuhan dasar warga—terutama akses air bersih—serta mendukung PLN untuk menemukan solusi darurat yang dapat segera dijalankan. Melalui kerja sama yang erat dengan PLN, Pemerintah Daerah dan instansi pemerintah terkait, kami berharap kondisi ini dapat segera tertangani sambil menunggu perbaikan permanen dari PLN,” kata Becky.
Sejak awal gangguan terjadi, kata Becky, bp sebagai operator Tangguh LNG telah secara aktif melakukan koordinasi intensif dengan PLN di berbagai tingkatan, Pemerintah Daerah Kabupaten Teluk Bintuni, serta pemangku kepentingan terkait lainnya. bp juga berupaya menjaga komunikasi yang berkelanjutan dengan masyarakat kampung agar perkembangan penanganan dapat dipahami secara jelas dan transparan.
Selain menyediakan genset cadangan dan peralatan pendukungnya, bp juga membantu penyediaan bahan bakar minyak (BBM) guna memastikan operasional pompa air bersih tetap berjalan selama masa pemadaman.
Tangguh LNG menegaskan bahwa dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan terhadap masyarakat sekitar wilayah operasi. Adapun tanggung jawab penyediaan dan pemulihan layanan kelistrikan tetap berada pada PLN sesuai ketentuan yang berlaku.
Koordinasi dengan pemerintah daerah, PLN, dan pemangku kepentingan lainnya akan terus dilakukan guna memastikan kondisi segera tertangani sambil menunggu solusi permanen. (pbn)


***
***





