banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Pertamina Patra Niaga Gandeng Papua Jungle Chef, Olah Pangan Lokal Cegah Stunting di Jayapura

Papua Jungle Chef, Charles Toto, mendemonstrasikan pengolahan pangan lokal bergizi dalam pelatihan Posyandu Berdaya Imbi yang digelar Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku di Jayapura. (Dok. Pertamina)
banner 120x600

Melalui Program Posyandu Berdaya Imbi, kader dibekali inovasi olahan keladi, daun gedi, dan sayur lilin menjadi menu sehat ramah anak.

Papuabaratnews.id, Jayapura – Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku melalui Integrated Terminal (IT) Jayapura terus memperkuat komitmen penanganan stunting dengan mendorong pemanfaatan pangan lokal bergizi. Lewat Program CSR Posyandu Berdaya Imbi, perusahaan menggandeng Papua Jungle Chef, Charles Toto, dalam pelatihan pengolahan bahan pangan lokal di Pantai Base-G, Jayapura.

banner 325x300

Kegiatan ini difokuskan pada upaya pencegahan stunting akibat kekurangan gizi, dengan pendekatan edukasi kreatif dan berbasis potensi lokal. Charles Toto, yang dikenal sebagai Papua Jungle Chef, mendemonstrasikan langsung cara mengolah bahan pangan lokal menjadi sajian modern yang menarik bagi anak-anak.

“Kami ingin mengubah persepsi bahwa makanan bergizi itu harus mahal atau sulit dicari. Dengan kreativitas, bahan yang ada di sekitar rumah seperti sayur lilin dan keladi bisa menjadi hidangan kelas dunia yang disukai anak-anak,” ujar Charles.

Dalam demo masak tersebut, Charles memperkenalkan inovasi “Sushi Keladi”. Keladi tumbuk digunakan sebagai pengganti nasi dengan indeks glikemik rendah, sementara daun gedi menjadi alternatif nori yang kaya antioksidan dan baik untuk pencernaan. Isian sushi memanfaatkan sayur lilin, alpukat, serta aneka ikan sebagai sumber protein, lemak sehat, dan serat.

Para kader posyandu mengikuti praktik langsung pembuatan “Sushi Keladi” berbahan keladi, daun gedi, dan ikan sebagai inovasi menu sehat untuk pencegahan stunting. (Dok. Pertamina)

Pelatihan ini diikuti para kader posyandu yang nantinya akan meneruskan keterampilan tersebut kepada masyarakat, terutama dalam mendukung Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak usia sekolah (5–9 tahun), remaja, hingga lansia.

Kader Posyandu Cenderawasih, Heni Purwati, mengaku selama ini pihaknya kerap kesulitan mengolah ikan karena bau amis yang sulit dihilangkan sehingga anak-anak kurang menyukainya.

“Biasanya sudah diolah macam-macam tetap ada bau amisnya. Tapi tadi kami lihat sendiri tekniknya bisa menghilangkan bau amis, dan hasilnya anak-anak langsung suka,” ungkap Heni.

IT Manager Jayapura, James W. Muabuay, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan memasak, tetapi juga bagian dari pelestarian budaya kuliner Papua melalui inovasi pangan.

“Kehadiran Papua Jungle Chef diharapkan menginspirasi para ibu dan kader posyandu untuk semakin kreatif mengolah kekayaan alam Papua. Pemenuhan gizi berkualitas adalah fondasi membangun generasi Jayapura yang sehat, cerdas, dan unggul,” ujar James.

Melalui Program Posyandu Berdaya Imbi, Pertamina Patra Niaga optimistis dapat berkontribusi nyata dalam menurunkan angka stunting serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kelurahan Imbi secara berkelanjutan. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *