banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Fadli Zon Raih Penghargaan Detik Awards 2025

Fadli Zon menyampaikan sambutan seusai menerima penghargaan Detik Awards 2025, yang menilai kepemimpinannya berhasil memperkuat pelindungan warisan budaya nasional. (Dok. Istimewa)
banner 120x600

Kementerian Kebudayaan dinilai sukses memperkuat sistem pelindungan warisan budaya nasional.

Papuabaratnews.id, Jakarta — Meskipun baru berdiri, Kementerian Kebudayaan menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga nilai-nilai kebudayaan nasional. Hal itu ditandai dengan diraihnya penghargaan pada Detik Awards 2025, untuk kategori Tokoh Penggerak Ekosistem Pelindungan Kebudayaan.

banner 325x300

Penghargaan tersebut diberikan kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon, yang dinilai berhasil memperkuat sistem pelindungan kebudayaan nasional secara tangguh dan berkelanjutan. Di bawah kepemimpinannya, pelindungan dijadikan fondasi utama dalam membangun ekosistem kebudayaan yang hidup, adaptif, dan dinamis.

Fadli Zon dinilai konsisten menggerakkan sinergi lintas direktorat dan pemangku kepentingan dalam memelihara, menjaga, mendata, serta mengamankan warisan budaya bangsa. Melalui Direktorat Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, kementerian terus memperkuat program-program strategis seperti Pelindungan Cagar Budaya, Penetapan Cagar Budaya Peringkat Nasional, Penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTb), serta pewarisan pengetahuan dan nilai-nilai luhur budaya.

Penghargaan itu diterima langsung oleh Fadli Zon. Kepada wartawan, ia menyampaikan apresiasi dan menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan dorongan bagi kementerian untuk terus menjaga dan merawat kekayaan budaya Indonesia.

“Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh jajaran Kementerian Kebudayaan. Ini menjadi motivasi agar kami tetap konsisten menjaga dan merawat nilai-nilai kebudayaan,” ujarnya.

Fadli menambahkan, kekayaan warisan budaya—baik benda (tangible) maupun tak benda (intangible)—merupakan modal penting dalam meningkatkan produktivitas dan kemajuan bangsa. Karena itu, ia berupaya menjadikan Kementerian Kebudayaan sebagai penopang utama pengembangan kebudayaan di tingkat pusat, daerah, dan masyarakat.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menerima Penghargaan Detik Awards 2025 untuk kategori Tokoh Penggerak Ekosistem Pelindungan Kebudayaan, di Jakarta. (Dok. Istimewa)

Ia menegaskan bahwa penguatan karakter bangsa berbasis nilai luhur budaya harus menjadi haluan pembangunan nasional. Pendekatan ini sejalan dengan visi Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka, yang menempatkan kebudayaan sebagai bagian integral dari pembangunan manusia, identitas nasional, dan ekonomi kreatif yang inklusif.

Melalui data dan upaya pelindungan yang terukur, Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi menjadi pilar utama pengembangan dan pemanfaatan kebudayaan secara nasional.

Program pelindungan cagar budaya juga terus diperkuat melalui pemugaran, rehabilitasi, dan revitalisasi berbasis riset. Sejumlah pengembangan situs seperti Museum Majapahit, Istana Dalam Loka, hingga Gunung Padang, diharapkan dapat menghidupkan kembali sejarah, menggerakkan ekonomi lokal, dan memperkuat partisipasi masyarakat.

Tahun ini, Kementerian Kebudayaan menetapkan 50 objek Cagar Budaya Peringkat Nasional tambahan, sehingga total mencapai 278 objek. Capaian tersebut merupakan rekor tertinggi sejak 2013.

Penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) juga mencatat rekor baru. Tahun ini, sebanyak 514 WBTb Indonesia ditetapkan, sehingga total mencapai 2.727 penetapan sejak 2013. Angka ini menunjukkan komitmen kuat dalam melindungi pengetahuan, tradisi, dan ekspresi budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Pelindungan nilai-nilai budaya juga dijalankan melalui program pewarisan, seperti Belajar Bersama Maestro dan Gerakan Seniman Masuk Sekolah, yang melibatkan lebih dari 500 seniman dan budayawan di berbagai daerah.

Melalui kerja pelindungan yang terukur dan kolaboratif, Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi meneguhkan perannya dalam menjaga fondasi ekosistem kebudayaan nasional, memastikan bahwa setiap kebijakan pengembangan budaya berpijak pada data, riset, dan pelindungan yang kuat. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *