banner 468x60 *** banner 468x60 ***

BIN Waspadai Isu Pemindahan Empat Tapol Meluas ke Papua Barat

Kepala BIN Daerah Papua Barat Brigjen TNI TNI Sri Widodo menandatangani maklumat bersama untuk menjaga kedamaian di wilayah Papua Barat. (Dok Istimewa)
banner 120x600

Papuabaratnews.id, Manokwari –  Badan Intelijen Negara (BIN) terus mewaspadai isu pemindahan empat tahanan politik dari Sorong, Papua Barat Daya, meluas ke wilayah Papua Barat karena diboncengi kepentingan kelompok tertentu.

Kepala BIN Daerah Papua Barat Brigadir Jenderal TNI Sri Widodo mengatakan, perlu langkah antisipasi yang efektif sehingga tidak menimbulkan gangguan stabilitas keamanan.

banner 325x300

“Ada selebaran berisi ajakan unjuk rasa yang disebarkan kelompok yang berseberangan dengan NKRI. Ini patut diantisipasi,” kata Widodo di Manokwari, Selasa (2/9/2025).

Dia menyarankan aparat keamanan dengan intelijen memperkuat koordinasi guna mengoptimalkan upaya deteksi dini terhadap gerakan penggalangan opini terhadap pemindahan empat tapol.

Hal ini merujuk pada hasil identifikasi perkembangan dinamika sosial politik nasional dengan daerah yakni pembubaran DPR dan lainnya, yang sudah tidak menjadi fokus utama rencana aksi.

“Ini sangat penting supaya jangan kecolongan. Seruan aksi lewat selebaran itu disebarkan TNPB (Tentara Nasional Papua Barat),” ujarnya.

Hingga saat ini, kata Widodo, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tujuh kabupaten di seluruh Papua Barat masih relatif kondusif karena belum adanya gejolak yang berlebihan.

Aparat keamanan, pemerintah daerah, dan seluruh tokoh harus aktif melakukan pendekatan persuasif agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan berbagai isu yang beredar di media sosial.

“Kami berusaha take down penyebaran informasi dengan atribut yang kontra dengan NKRI. Kita semua harus edukasi anak-anak muda,” kata Widodo.

Ia berharap agenda penyampaian aspirasi yang rencananya dilakukan di Manokwari pada Selasa (2/9), berlangsung dengan tertib, aman, dan damai sesuai ketentuan perundang-undangan.

Masyarakat harus mengutamakan jalur dialog dan musyawarah saat menyampaikan aspirasi, sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan secara damai tanpa menimbulkan keresahan publik.

“Mudah-mudahan rencana aksi unjuk rasa besok tidak anarkis, supaya masyarakat tidak khawatir,” ucap Widodo.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengimbau seluruh masyarakat menjaga kondusivitas daerah, serta tidak mudah terprovokasi dengan isu yang berpotensi menimbulkan gangguan.

Stabilitas keamanan daerah merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat, terutama dalam menyikapi dinamika sosial politik yang terjadi di Sorong, Papua Barat Daya.

“Saya selaku gubernur dan Kepala Suku Besar Arfak, mengimbau semua elemen menjaga keamanan agar tetap kondusif,” kata Dominggus.

Menurut dia, ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah tidak harus direspons dengan melakukan aksi anarkis, karena setiap aspirasi dapat disalurkan melalui mekanisme yang sah.

Pemerintah tidak membatasi hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, namun hal tersebut tentu harus sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Pemerintah tidak larang demo, tapi ada mekanismenya. Tidak boleh sampai buat tindakan anarkis,” ujarnya. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *