Papedanomics 2025: BI dan Pemprov Dorong Transformasi Ekonomi Papua Barat lewat Sektor Padat Karya

Sekda Papua Barat Ali Baham Temongmere, Kepala Perwakilan BI Papua Barat Setian, dan Staf Ahli Menteri Bidang Pemerataan Pembangunan Nasional Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Tri Dewi Virgiyanti saat membuka Seminar Nasional Papedanomics 2025 dengan memutar Papeda di Manokwari, Kamis (18/9/2025). (Dok Papuabaratnews.id/Sam Sirken)
banner 120x600

Papuabaratnews.id, Manokwari –  Bank Indonesia (BI) Perwakilan Papua Barat bekerja sama dengan SDGs Center Universitas Papua dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Papua Barat kembali menggelar Pekan Perekonomian Daerah (Papedanomics) 2025 di Manokwari.

Dengan tema “Mewujudkan Transformasi Ekonomi Papua melalui Inovasi dan Penguatan Sektor Padat Karya”, ajang ini menjadi ruang pertemuan akademisi, mahasiswa, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dalam mencari solusi pembangunan ekonomi Papua Barat yang inklusif dan berkelanjutan.

banner 325x300

Kepala Perwakilan BI Papua Barat, Setian, menegaskan bahwa transformasi ekonomi Papua Barat tidak bisa hanya bergantung pada sektor ekstraktif. Menurutnya, sektor padat karya yang mampu menyerap tenaga kerja lokal perlu menjadi fondasi utama.

“Papedanomics bukan sekadar forum akademik, tapi ruang kolaborasi menghadirkan ide, inovasi, dan model bisnis yang berpihak pada masyarakat. Papua Barat punya potensi besar di sektor perikanan, pertanian, dan industri kreatif. Bila dikelola berbasis padat karya, sektor ini bisa menciptakan lapangan kerja luas dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujarnya saat membuka Seminar Nasional Papedanomics 2025 di Manokwari, Kamis (18/9/2025).

Setian menambahkan, BI tidak hanya menjaga stabilitas moneter, tetapi juga mendorong literasi dan inklusi keuangan hingga ke tingkat akar rumput.

“Melalui program ELEVATE dan Papedapreneur Challenge, kami mendorong generasi muda Papua Barat berwirausaha, memanfaatkan teknologi, dan mencintai produk lokal. Dengan begitu, transformasi ekonomi bukan sekadar jargon, tetapi nyata,” tegasnya.

Papedanomics 2025 menghadirkan berbagai agenda, mulai dari Lomba Karya Tulis Rekomendatif (LKTR), Papedapreneur Challenge, hingga kegiatan edukasi ELEVATE. Tahun ini, jumlah peserta LKTR dan Papedapreneur Challenge meningkat hingga 66 persen dengan total 525 karya yang masuk.

“Angka ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat untuk menyumbangkan ide dan gagasan membangun Papua Barat,” kata Setian.

Selain itu, BI juga menggelar program BI Goes to Campus yang berfokus pada edukasi kebanksentralan, sistem pembayaran digital, serta kampanye Cinta, Bangga, Paham Rupiah. Rangkaian kegiatan ditutup dengan Seminar Nasional dan diskusi panel menghadirkan narasumber lintas bidang untuk merumuskan strategi penguatan ekonomi di Tanah Papua.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan melalui sambutan tertulis yang dibacakan Sekda Ali Baham Temongmere menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Papedanomics 2025.

“Kita ingin Papua Barat tidak lagi hanya dikenal karena kekayaan sumber daya alam mentah. Melalui kegiatan seperti ini, kita dorong lahirnya inovasi lokal, usaha baru, dan literasi ekonomi yang kuat. Semua itu akan mempercepat Papua Barat menuju masyarakat sehat, cerdas, dan produktif di tahun 2045,” ujar Gubernur.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara akademisi, dunia usaha, dan pemerintah agar hasil Papedanomics dapat diimplementasikan dalam program pembangunan.

“Kami berharap ide-ide dari kompetisi maupun seminar nasional ini bisa menjadi masukan bagi pemerintah dalam menyusun strategi pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tandasnya. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *