Berdasar hasil olah tempat kejadian perkara dan rekonstruksi, polisi menyatakan Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni Iptu Tomi hanyut terbawa arus sungai yang deras.
Papuabaratnews.id, Bintuni – Aparat resmi menutup operasi pencarian Inspektur Satu Tomi Samuel Marbun, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Teluk Bintuni, Papua Barat, yang hilang dalam pengejaran kelompok kriminal bersenjata. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan rekonstruksi, polisi menyatakan Iptu Tomi hanyut terbawa arus sungai yang deras.
Kepala Polda Papua Barat Inspektur Jenderal Johnny Eddizon Isir menyatakan, pihaknya belum bisa menemukan Iptu Tomi hingga pencarian tahap ketiga berakhir. Dalam pencarian itu, turut digelar olah tempat kejadian perkara (TKP) dan rekonstruksi di lokasi hanyutnya Iptu Tomi.
”Secara obyektif, operasi ini (untuk mengetahui) apa yang sebenarnya terjadi? Kita sudah berdoa, kita sudah berikhtiar, memang belum bisa kita temukan,” kata Johnny dalam konferensi pers di Markas Polres Teluk Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni, Kamis (1/5/2025).
Pencarian Iptu Tomi melalui operasi Alpha Bravo Moskona 2025 dimulai sejak 22 April 2025. Operasi dilakukan di tiga zona pencarian, yakni hijau, kuning, dan merah, di sekitar Sungai Rawara, Distrik Moskona Barat, Teluk Bintuni.
Sebanyak 510 personel gabungan, termasuk satuan elite Mabes Polri beserta peralatan canggih, diturunkan dalam pencarian Iptu Tomi yang hilang sejak 18 Desember 2024.
Bahkan, Johnny bersama dua perwira tinggi Mabes Polri lainnya terlibat langsung dalam operasi pencarian serta olah TKP dan rekonstruksi di zona merah. Zona merah merupakan lokasi hilangnya Iptu Tomi yang tergolong rawan karena merupakan wilayah kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Perjalanan dari kampung terakhir menuju lokasi kejadian dilakukan dua hari. Medan terjal dan licin serta arus sungai menjadi tantangan mencapai tempat kejadian. Tantangan lainnya adalah gangguan dari KKB yang melepaskan teror tembakan senjata api kepada tim pencari di zona merah.
Berdasarkan hasil olah TKP dan rekonstruksi di lokasi kejadian, polisi menyatakan Iptu Tomi hanyut terbawa arus sungai yang deras. Kendati operasi pencarian telah berakhir, Johnny berharap warga di sekitar Sungai Rawara tetap menginformasikan kepada aparat jika ada tanda atau informasi terkait Iptu Tomi.
”Misi ini adalah bentuk cinta institusi kepada anggotanya dan kepedulian terhadap keluarga yang menanti. Kami mengerahkan seluruh kemampuan terbaik untuk menjawab harapan itu,” ujarnya.

Dalam konferensi pers di Polres Teluk Bintuni, keluarga Iptu Tomi turut hadir. Riah Tarigan, istri Iptu Tomi, menyampaikan terima kasih atas upaya yang dilakukan tim gabungan yang terlibat. Dalam proses pencarian tahap tiga ini, ada perwakilan keluarga yang menyaksikan olah TKP hingga rekonstruksi di zona merah.
Riah juga mengatakan belum bisa memberikan banyak keterangan seusai kejadian. Berbagai informasi yang mereka peroleh diharapkan bisa kembali dibawa ke rapat dengar pendapat di DPR RI.
”Saya juga mau mengucapkan terima kasih kepada Ibu-ibu Bhayangkari yang masih men-support saya hingga saat ini walaupun saya masih mendapatkan tekanan dari pihak-pihak tertentu. Saya mengucapkan puji syukur, seluruh tim pencarian suami saya dapat kembali kepada keluarganya tanpa kekurangan sesuatu apa pun,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Iptu Tomi hilang dalam operasi senyap pengejaran Marthen Aikingging, salah satu pemimpin KKB, yang dilaksanakan di hutan Moskona Barat, Teluk Bintuni, pada 18 Desember 2024.
Saat itu, Iptu Tomi yang bertindak sebagai pemimpin dalam tim gabungan TNI-Polri yang berjumlah 20 orang dikabarkan hanyut ke sungai dengan arus deras.
Sebelumnya, pencarian Iptu telah dilakukan dalam dua tahap, yakni pada 18-31 Desember 2024 dan 27 Januari-2 Februari 2025. (kom)


***
***





