Papuabaratnews.id, Jakarta – Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan para pemimpin redaksi berlangsung enam jam di Hambalang, Bogor, pada 22 Februari 2025. Apa yang disampaikan Presiden Prabowo?
Setelah sekitar empat bulan resmi menjabat, Presiden Prabowo Subianto bersilaturahmi dengan para pemimpin redaksi. Pertemuan pun berlangsung hangat sampai sekitar enam jam.
Pertemuan yang berlangsung di kediaman pribadi Prabowo di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Sabtu (22/2/2025), itu diawali dengan makan siang bersama. Sembari makan siang, perbincangan informal pun terjadi.
Tak hanya itu, Presiden pun kemudian bertukar pikiran dengan puluhan pemimpin redaksi dan tokoh senior jurnalisme di ruang perpustakaan di rumahnya itu. Presiden mengungkapkan kegembiraannya bisa kembali bertemu dengan para pemimpin redaksi, apalagi pertemuan dengan para tokoh media massa terakhir berlangsung sekitar 20 bulan sebelumnya, yakni 18 Juni 2023.
”Alhamdulillah, hari ini saya berkesempatan kembali bersilaturahmi dengan rekan-rekan pimpinan redaksi serta tokoh-tokoh senior media di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat,” kata Presiden Prabowo melalui akun resmi media sosialnya.
Kegembiraan ini pun dituangkan di akun media sosialnya. ”Kami berdiskusi dan bertukar pandangan mengenai berbagai isu serta kebijakan strategis, di mana media memegang peran penting sebagai ujung tombak penyampaian informasi yang utuh dan tepercaya kepada masyarakat,” tulisnya di media sosial.
Presiden pun berharap pertemuan akan memperkuat sinergi dan kontribusi media dalam membangun bangsa.

Harapan senada sebelumnya disampaikan Presiden saat mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2025, Minggu (9/2/2025). Saat itu, Presiden berharap pers Indonesia terus mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. Sebagai pilar keempat demokrasi, pers yang profesional dan berintegritas juga disebutnya sebagai aset bangsa.
Melalui rekaman yang diunggah di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Prabowo saat itu menuturkan, pers Indonesia selama delapan dekade ini telah menjadi pilar penting dalam kehidupan demokrasi, menyuarakan kebenaran, dan memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat Indonesia.
”Saya apresiasi kerja keras para jurnalis, wartawan, dan insan pers dan media yang terus menjalankan pengabdiannya dengan dedikasi tinggi meskipun tantangan yang dihadapi semakin kompleks,” ujar Presiden.
Dinamika yang dihadapi dunia pers diakui terjadi. Namun, diingatkan bahwa pers yang profesional dan berintegritas adalah aset bangsa.
Selain itu, pers Indonesia diminta selalu mengutamakan kepentingan bangsa negara dan rakyat Indonesia serta waspada terhadap usaha-usaha untuk mengendalikan pemikiran dan memengaruhi jalannya opini-opini rakyat dengan menggunakan modal yang besar. Sebab, menurut Presiden, ada kecenderungan dari mereka yang bermodal besar dan menguasai media untuk memengaruhi negara-negara tertentu.
Oleh karena itu, walaupun kebebasan pers dijunjung tinggi, kewaspadaan harus selalu ada. ”Waspada terhadap penyebaran berita-berita yang tidak benar, berita-berita hoaks, penyebaran kebencian, penyebaran ketidakpercayaan terhadap sesama warga negara. Upaya-upaya pecah belah ini harus selalu kita waspadai,” kata Presiden di Hari Pers 2025 pada 9 Februari lalu.
Pada Sabtu malam, pertemuan Presiden Prabowo dengan sejumlah pemimpin redaksi serta tokoh senior media itu pun ditutup dengan makan malam bersama serta foto bersama. (kom/pbn)


***
***





