Papuabaratnews.id, Halmahera Selatan – General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua (UIP MPA) melakukan kunjungan lapangan ke lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Tawa Songa Wayaua di Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Minggu (9/8/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan progres pembangunan pembangkit berjalan sesuai rencana sekaligus menegaskan komitmen PLN dalam menghadirkan energi bersih bagi masyarakat.
General Manager PLN UIP MPA Raja Muda Siregar dalam kunjungan tersebut didampingi Manager Unit Pelaksana Proyek Maluku dan Papua 2 (UPP MPA 2) Mohammad Fendra Herinansah beserta tim.
Rombongan meninjau secara langsung area Wellpad A, Wellpad B, dan Wellpad C PLTP Tawa Songa Wayaua. Peninjauan menjadi bagian dari pemantauan pelaksanaan pembangunan proyek di lapangan.
Kunjungan lapangan tersebut juga dilakukan untuk memastikan setiap tahapan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berjalan secara optimal, baik dari sisi progres pekerjaan maupun pemenuhan aspek keselamatan, kualitas, dan ketepatan pelaksanaan di lapangan.
PLTP Tawa Songa Wayaua merupakan salah satu proyek pembangkit berbasis energi panas bumi yang dikembangkan PLN untuk mendukung peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan di wilayah Maluku Utara.
Pemanfaatan panas bumi sebagai sumber energi diharapkan dapat mendukung penyediaan listrik yang lebih bersih sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit berbahan bakar fosil.

Raja Muda Siregar mengatakan, pembangunan proyek harus berjalan sesuai dengan komitmen yang telah ditetapkan. Selain mengejar penyelesaian tepat waktu, proyek juga harus memenuhi standar keselamatan dan kualitas agar memberikan manfaat optimal bagi sistem kelistrikan dan masyarakat.
“Kunjungan ke lapangan ini penting untuk memastikan pekerjaan pembangunan PLTP Tawa Songa Wayaua berjalan sesuai dengan target dan komitmen PLN. Kita ingin memastikan bahwa pengembangan energi panas bumi ini benar-benar dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan energi bersih di Maluku Utara,” ujarnya.
Pengembangan PLTP Tawa Songa Wayaua juga menjadi bagian dari langkah PLN dalam mendukung transisi energi dan pencapaian target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Pemanfaatan panas bumi sebagai energi terbarukan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan bauran energi bersih sekaligus mendukung sistem kelistrikan yang lebih berkelanjutan.
Dengan potensi panas bumi yang dimiliki Indonesia, pengembangan pembangkit geothermal memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
Kehadiran PLTP Tawa Songa Wayaua diharapkan dapat berkontribusi terhadap penyediaan energi listrik yang andal sekaligus lebih ramah lingkungan bagi masyarakat di Maluku Utara.
PLN UIP MPA berkomitmen terus mengawal pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah Maluku dan Papua, termasuk proyek-proyek berbasis energi baru terbarukan.
Melalui pembangunan yang terencana, aman, dan berkualitas, PLN terus memperkuat kontribusinya dalam menghadirkan listrik yang andal, bersih, dan berkelanjutan bagi Indonesia. (pbn)


***
***





