banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Unjuk Rasa di Boven Digoel Berujung Anarkis, 4 Terduga Provokator Diamankan

Situasi pasca unjuk rasa anarkis dan penjarahan di Tanah Merah, ibu kota Kabupaten Boven Digoel. (Dok. Humas Polda Papua)
banner 120x600

Papuabaratnews.id, Merauke — Polres Boven Digoel menangkap 4 orang terduga provokator dalam aksi unjuk rasa di Tanah Merah, ibu kota Kabupaten Boven Digoel yang berakhir anarkis pada Rabu (22/10/2025).

Akibat aksi anarkis ini, 3 orang polisi terluka kena anak panah dan sabetan benda tajam saat mengamankan aksi massa. Saat ini ke-3 anggota Polri berada di RSUD Boven Digoel dalam perawatan medis.

banner 325x300

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito menjelaskan, awalnya unjuk rasa berjalan tertib. Namun, menjelang siang hari sempat terjadi kesalahpahaman yang memicu kericuhan hingga aksi penjarahan ke sejumlah toko.

Cahyo bilang, Polri tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum, selama dilakukan dengan tertib dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Namun, setiap bentuk kekerasan, pengrusakan fasilitas umum dan penyerangan kepada aparat tidak dapat dibenarkan dan akan ditindak sesuai prosedur hukum,” kata Cahyo.

Unjuk rasa warga di Tanah Merah dipicu beredarnya video pemusnahan atau pembakaran mahkota Burung Cenderawasih yang dilakukan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Papua di Jayapura.

Warga marah, lantaran Burung Cenderawasih identik dengan budaya orang Papua.

Hingga kini, aparat masih berjaga dan melakukan patroli dialogis di sejumlah titik di Tanah Merah mengantisipasi hal yang tak diinginkan. Kapolres dan Dandim Boven Digoel terus melakukan pemantauan langsung di lapangan untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali. (ant)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *