banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Dua Anggota Brimob Gugur Dianiaya dan Ditembak KKB di Nabire

Personel Satgas Operasi Damai Cartenz melakukan olah TKP penyerangan brutal terhadap dua anggota Brimob Batalyon C Nabire oleh KKB pimpinan Aibon Kogoya di Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire pada Rabu (13/8/2025). (ANTARA/HO-Humas Satgas Damai Cartenz)
banner 120x600

Papuabaratnews.id, Timika –   Dua anggota Brimob Batalyon C Nabire, Brigpol Muhammad Arif Maulana (34) dan Bripda Nelson C. Runaki (26), gugur setelah dianiaya dan ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya.

Penyerangan terjadi saat keduanya mengamankan pembangunan jalan Trans Papua ruas Nabire–Paniai, tepatnya di Kilometer 126, Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire, Rabu (13/8/2025) sekitar pukul 10.50 WIT.

banner 325x300

“Kedua personel Brimob itu gugur dianiaya dan ditembak KKB saat melaksanakan pengamanan pembangunan jalan di Kilometer 126,” kata Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu, Rabu malam (13/8/2024), seperti dikutip Antara.

Kepala Operasi Damai Cartenz Brigjen Pol. Dr Faizal Ramadhani menyebut dua anggota Brimob Batalyon C Nabire itu gugur akibat diserang oleh KKB pimpinan Aibon Kogoya.

“Hasil olah TKP mengungkapkan para pelaku diduga anggota KKB kelompok Aibon Kogoya. Pelaku menembaki kedua korban, tembakan tersebut langsung melumpuhkan Bripda Nelson yang jatuh di lokasi, sementara Brigpol Arif juga menjadi sasaran,” jelas Brigjen Pol. Faizal dalam keterangan resmi di Timika, Kamis (14/8/2025).

Brigjen Faizal menuturkan, saksi sempat melihat dua orang tak dikenal bersenjata laras panjang, berambut gimbal, dan mengenakan celana pendek, menuruni bukit di sisi kanan lokasi kejadian.

Penyerangan tersebut juga mengakibatkan hilangnya dua pucuk senjata panjang AK-101, enam magasin, serta satu rompi anti peluru.

Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain sembilan selongsong peluru kaliber 7,62 mm, sembilan selongsong peluru kaliber 5,56 mm, dua telepon seluler milik korban, headset, serta satu proyektil yang ditemukan pada tubuh Brigpol Arif Maulana.

Personel Satgas Operasi Damai Cartenz saat mengevakuasi jenazah Brigpol Muhammad Arif Maulana (34) dan Bripda Nelson Runaki (26). Kedua korban gugur akibat diserang oleh KKB pimpinan Aibon Kogoya saat bertugas di Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire pada Rabu (13/8/2025). (ANTARA/HO-Humas Satgas Damai Cartenz)

Brigjen Faizal menyebut kedua korban dikenal sebagai sosok Polisi yang senang bersosialisasi dan ramah kepada masyarakat.

Hal ini terlihat dari banyaknya warga di tempat kedua almarhum bertugas merasa kehilangan.

Kedua korban juga diketahui merupakan tulang punggung keluarga dan hingga akhir hayat mereka melaksanakan tugas di daerah terpencil dengan segala keterbatasan.

“Kami menyampaikan rasa duka mendalam sekaligus menegaskan komitmen penegakan hukum terhadap kejadian ini,” kata Brigjen Faizal.

“Kami sangat berduka atas kehilangan dua personel terbaik yang gugur saat menjalankan tugas negara. Langkah tegas dan terukur akan dilakukan untuk mengejar pelaku, khususnya kelompok KKB pimpinan Aibon Kogoya, serta memastikan keamanan di wilayah tersebut,” tambahnya.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada.

“Kami mengajak seluruh masyarakat agar tetap tenang dan waspada. Percayakan sepenuhnya proses pengejaran dan penegakan hukum kepada aparat keamanan. Keamanan adalah tanggung jawab bersama, dan kerja sama masyarakat sangat penting dalam menjaga Papua tetap aman,” ajak Kombes Yusuf.

Jenazah kedua korban telah diserahkan kepada keluarga untuk prosesi pemakaman.

Saat ini aparat keamanan terus melakukan pengejaran terhadap kelompok KKB pimpinan Aibon Kogoya dan memperkuat pengamanan di jalur strategis Trans Nabire–Paniai guna mencegah terulangnya kejadian serupa. (ant)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *