Papuabaratnews.id, Jakarta – Seorang karyawan di PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) menikam dua orang atasannya pada Senin (23/6/2025) lalu. Peristiwa itu terjadi di area kerja perusahaan di Kawasan Industri Weda Bay kilometer 15, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara.
Menurut External Relations Manager PT IWIP Jordan Xu, insiden penganiayaan tersebut menyebabkan para korban menderita luka yang serius. “Saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit,” ujar Jordan dalam keterangannya, Jumat (27/6/2025).
Jordan mengatakan, berdasarkan informasi yang didapatkan perusahaan dari kepolisian, pelaku penganiayaan tersebut saat ini sudah ditangkap. “Pelaku telah diamankan Polres Halmahera Tengah,” ujar Jordan.
Jordan mengaku, pertama kali mengetahui kejadian tersebut dari video yang viral di media sosial. Pihak perusahaan kemudian melakukan pengecekan lebih lanjut ke lapangan untuk memastikan kebenaran dan kronologi kejadian tersebut.
“Kami masih melakukan klarifikasi tim internal dan menunggu laporan resmi dari hasil investigasi tim di lapangan,” ucap Jordan. Bilamana pelaku nantinya terbukti bersalah, Jordan menyatakan bahwa perusahaan akan memberi tindakan tegas.
Jordan memastikan, perusahaan tidak akan memberikan toleransi bagi pelaku kekerasan, utamanya pelaku kekerasan fisik. “IWIP menentang keras segala bentuk kekerasan di lingkungan kerja,” tutur Jordan.
Sebelumnya viral di media sosial sebuah video rekaman CCTV yang menunjukkan aksi kekerasan yang dilakukan oleh seseorang di area kerja. Dalam video tersebut terlihat ada sekitar lima orang yang berada di lokasi kejadian.
Pelaku ketika itu sedang berdiri di depan korban yang sedang duduk. Dia tampak mendengarkan omongan korban dengan seksama. Namun tidak lama kemudian, pelaku tiba-tiba mengeluarkan pisau dari saku pakaiannya dan lantas menikam korban berulang kali.
Salah satu karyawan yang melihat kejadian tersebut mencoba menghentikan pelaku dengan cara menendangnya. Namun pelaku justru kembali menyerang balik orang tersebut dengan pisau yang sama. Setelahnya, pelaku terlihat melarikan diri dari lokasi kejadian.
Pelaku diketahui bernama Lika Tamher yang merupakan karyawan training di Departemen Elektrik Maintenance. Sementara korban adalah Zhao Xiang GW selalu mekanik dan Wen Qiang selalu manajer di Departemen Engineering. (tem)


***
***





