Dalam empat bulan terakhir, terjadi sejumlah insiden penumpang kapal laut terjatuh saat pelayaran karena dalam pengaruh minuman keras.
Papuabaratnews.id, Jayapura – Insiden penumpang kapal laut yang terjatuh dalam pelayaran di wilayah Papua terus berulang. Dari sejumlah kejadian, pengaruh minuman keras menjadi salah satu penyebab penumpang terjatuh hingga kehilangan nyawa.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Manokwari mencatat, dalam empat bulan terakhir terjadi empat insiden penumpang terjatuh saat dalam pelayaran kapal laut. Faktor penyebab dari insiden kebanyakan korban yang mabuk karena mengonsumsi minuman keras.
”Ini memang kebiasaan yang kurang baik dari saudara kita di wilayah timur. Biasanya saat malam mereka suka duduk di sisi luar kapal, kemudian mengonsumsi miras,” kata Kepala Kantor SAR Manokwari Yefri Sabaruddin seperti dikutip Kompas.id, Jumat (7/3/2025).
Tindakan seperti ini, kata Yefri, tentu sangat berbahaya selama pelayaran. Oleh karena itu, perlu menjadi perhatian, baik bagi penumpang maupun pengelola pelayaran, khususnya menjelang periode mudik Lebaran 2025.
Jumat kemarin, SAR Manokwari sedang melakukan operasi pencarian terhadap Adriana Salakory, penumpang yang terjatuh dari atas kapal Pelni KM Dorolonda. Penumpang yang berangkat dari Nabire, Papua Tengah, dengan tujuan Ambon, Maluku, tersebut terjatuh dalam pelayaran di sekitar Laut Manokwari, Jumat (28/2/2025) malam.
SAR Manokwari belum bisa memastikan penyebab jatuhnya penumpang tersebut. Petugas SAR masih kesulitan untuk menemukan korban, apalagi laporan kejadian baru diterima tiga hari setelah kejadian, yakni Senin (3/3/2025).
Salah satu insiden penumpang terjatuh akibat miras yang ditangani oleh SAR Manokwari terjadi di perairan Kabupaten Teluk Bintuni, pertengahan Desember 2024. Penumpang tujuan Pelabuhan Sorong tersebut ditemukan dalam keadaan tewas setelah tiga hari operasi pencarian.
Insiden lain penumpang mabuk yang terjatuh dari kapal laut terjadi di sekitar perairan Pulau Tiga, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, pada 19 Februari 2025. SAR Mimika menerima laporan bahwa penumpang tersebut bernama Genu Bahakap, yang menaiki KM Sirimau.
Dalam kejadian ini, penumpang dengan tujuan Mimika tersebut turut terlibat perkelahian dengan rekannya. Hingga operasi SAR ditutup, korban tak kunjung ditemukan.

Kebiasaan miras
Menurut Yefri, perlu upaya lebih untuk memberikan edukasi standar keselamatan pelayaran kepada penumpang. Jika berdasarkan pantauannya, saat melihat aktivitas penumpang, ia banyak menyaksikan penumpang memilih duduk di sisi luar kapal, termasuk dengan menaiki pagar pembatas.
Kebiasaan seperti ini semakin berbahaya saat memasuki malam. Saat hari semakin malam, kata Yefri, aktivitas penumpang di atas kapal semakin sulit terpantau.
”Apalagi sudah ditambah dengan miras, ini semakin berbahaya. Mereka juga biasanya duduk di pagar pembatas. Walaupun sudah pemberitahuan dilarang, mereka tetap nekat,” ujarnya.
Dengan begitu, perlu perhatian dari berbagai pihak, termasuk memperkuat pengawasan, terutama saat periode puncak pergerakan penumpang. Saat periode mudik, angka penumpang dan pelayaran kapal laut juga meningkat.
Pada periode mudik, jumlah penumpang di transportasi laut selalu membeludak. Di Pelabuhan Jayapura, misalnya, pada periode mudik Lebaran 2024, tidak sedikit penumpang yang tidak kebagian tiket memilih duduk di dek luar kapal.
Sepanjang pelayaran, para penumpang yang tidak kebagian tiket ini akan tidur dan beraktivitas di dek luar kapal. Pelayaran untuk rute terjauh bisa ditempuh hingga 12 hari.
Kepala Bagian Operasi dan Pelayanan Pelni Jayapura Galih Aji mengatakan, pihaknya selalu berupaya meningkatkan keamanan dan kenyamanan dalam setiap pelayaran. Pada periode Lebaran 2025, akan ada penambahan tenaga, termasuk pengamanan selama pelayaran.
Setiap periode mudik, Pelni bekerja sama dengan instansi-instansi terkait untuk meningkatkan keamanan dan kenyaman pelayaran. Pada periode mudik Lebaran 2025, Pelni menyediakan 781.723 tiket untuk angkutan Lebaran di seluruh Indonesia. Tahun sebelumnya, Pelni melayani 641.013 penumpang. (kom/pbn)







