Dorong Ekonomi Kampung melalui Papua Barat Produktif, Pemkab Teluk Wondama Siapkan Pendampingan hingga Izin Edar.
Papuabaratnews.id, Manokwari — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Provinsi Papua Barat memfasilitasi pelatihan pengolahan sari nipah menjadi gula merah bagi dua kelompok warga di Kampung Uriemi, Distrik Rasiei, Kabupaten Teluk Wondama.
Kepala DPMK Papua Barat LeTambah Posgius Wanimbo saat dihubungi dari Manokwari, Selasa, mengatakan pelatihan berlangsung selama dua hari. Hari pertama diisi dengan pemaparan materi, sedangkan hari kedua difokuskan pada praktik pengolahan produk lokal.
“Senin (21/9) peserta diberikan materi, dan hari ini praktik pembuatan produk gula merah. Selama ini sari nipah difermentasi jadi minuman beralkohol,” ujarnya.
Legius mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program unggulan Pemerintah Provinsi Papua Barat, yakni Papua Barat Produktif, yang diarahkan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat lokal melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Masyarakat Kampung Uriemi yang tergabung dalam dua kelompok sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka baru pertama kali memperoleh pelatihan pengembangan sari nipah menjadi berbagai produk turunan bernilai ekonomi lebih tinggi, seperti gula merah, kecap, dan produk lainnya.
“Pengolahan sari nipah bisa jadi beberapa produk turunan. Ke depan, kami akan gandeng Dinas Kesehatan Papua Barat untuk mengolah sari nipah menjadi alkohol medis,” kata Legius.

Selain pelatihan, pemerintah provinsi juga menyalurkan bantuan sarana dan prasarana pengolahan produk, seperti wajan, cetakan gula merah, hingga sepatu bot yang dapat digunakan oleh dua kelompok binaan saat mengambil bahan baku nipah.
Menurut Legius, kemampuan masyarakat kampung mengolah sari nipah menjadi berbagai produk turunan tidak hanya berpotensi meningkatkan perekonomian, tetapi juga dapat mengurangi konsumsi minuman beralkohol berbahan sari nipah secara berlebihan yang berisiko memicu kecelakaan lalu lintas.
“Pengembangan produk olahan nipah secara maksimal memerlukan kolaborasi pemerintah provinsi dan kabupaten, supaya hasil produksi bisa dipasarkan keluar daerah,” ujarnya.
Bupati Teluk Wondama Elysa Auri mengatakan pemerintah kabupaten melalui organisasi perangkat daerah (OPD) teknis akan memberikan pendampingan lanjutan kepada kelompok masyarakat. Pendampingan tersebut termasuk penyediaan rumah produksi serta pengurusan izin produksi dan izin edar.
Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama mengapresiasi pelatihan yang diinisiasi DPMK Papua Barat tersebut. Pelatihan diharapkan mampu mendorong masyarakat mengembangkan sari nipah menjadi berbagai produk turunan yang memiliki nilai manfaat dan nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. (pbn)







