Berita  

Dinkes Catat Cek Kesehatan Gratis Jangkau 41.079 Warga Papua Barat

CEK KESEHATAN GRATIS — Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat dr. Alwan Rimosan memberikan keterangan terkait pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Manokwari. Dinkes Papua Barat mencatat program CKG telah menjangkau 41.079 warga atau 92,05 persen dari 44.627 pendaftar sepanjang Januari hingga Agustus 2026. (Foto: Papuabaratnews.id/Ho/Frans Weking)
banner 120x600

Cakupan layanan capai 92,05 persen dari pendaftar, Dinkes dorong kolaborasi untuk perluas jangkauan di tujuh kabupaten.

Papuabaratnews.id, Manokwari — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Barat mencatat program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau 41.079 warga sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Jumlah tersebut setara 92,05 persen dari 44.627 warga yang mendaftar.

banner 325x300

Kepala Dinkes Papua Barat dr. Alwan Rimosan mengatakan capaian tersebut merupakan akumulasi layanan CKG bagi kelompok bayi hingga anak prasekolah, anak sekolah dan remaja, serta kelompok dewasa hingga lanjut usia.

“Dari 44.627 warga yang mendaftar, sekitar 92,05 persen sudah mendapatkan pelayanan CKG di seluruh wilayah Papua Barat,” kata Alwan saat ditemui di Manokwari, Kamis (24/9/2026).

Menurut dia, anak sekolah dan remaja menjadi kelompok penerima layanan CKG terbanyak, yakni 20.172 orang. Selanjutnya, kelompok dewasa hingga lansia sebanyak 18.917 orang serta bayi baru lahir hingga anak prasekolah sebanyak 1.990 orang.

Penerima layanan CKG periode Januari–Agustus 2026 tersebar di tujuh kabupaten. Manokwari mencatat penerima terbanyak dengan 11.201 orang, disusul Teluk Bintuni 9.740 orang, Fakfak 8.935 orang, Teluk Wondama 3.518 orang, Manokwari Selatan 3.331 orang, Kaimana 2.615 orang, dan Pegunungan Arfak 1.739 orang.

“Hanya Kabupaten Manokwari yang paling tinggi cakupannya, sedangkan enam lainnya masih perlu ditingkatkan. Kami sudah koordinasi dengan teman-teman dinkes kabupaten,” ujarnya.

Alwan mengatakan perluasan cakupan CKG membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, baik instansi pemerintah daerah maupun pemerintah pusat di Papua Barat, BUMN, BUMD, organisasi kemasyarakatan, lembaga keagamaan, lembaga pendidikan, maupun unsur lainnya.

CKG merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem pelayanan kesehatan nasional. Program tersebut bertujuan mempermudah masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan tanpa dipungut biaya, mendeteksi potensi penyakit sejak dini, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kami sudah imbau agar semua kegiatan yang menghadirkan orang dalam jumlah banyak bisa mengikutsertakan kegiatan CKG. Tim medis kami selalu siap,” kata Alwan.

Menurut dia, sinergi dan kolaborasi menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program CKG. Program tersebut juga relevan dengan misi Papua Sehat dalam dokumen Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua (RIPPP) periode 2022–2041.

Pemerintah Provinsi Papua Barat juga telah menerbitkan surat edaran pelaksanaan CKG di seluruh sekolah guna mendukung tumbuh kembang siswa. Langkah tersebut dibarengi dengan edukasi dan sosialisasi mengenai manfaat pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Dinkes Papua Barat juga mendorong puskesmas meningkatkan jumlah masyarakat yang mendapatkan pelayanan agar cakupan CKG semakin luas.

“Berdasarkan sasaran Papua Barat, maka masing-masing puskesmas minimal per hari ada 15 orang yang diberikan layanan CKG,” ujar Alwan. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *