Disdik Pegaf Perkuat Mutu Pendidikan Lewat SPMI dan Digitalisasi Pembelajaran

BIMTEK BOSKIN — Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pegunungan Arfak, Deny Agustinus Ngutra (tengah), membuka Bimbingan Teknis Kegiatan Program BOSKIN 2026 Gugus 3 SMKN 02 Anggi di Distrik Anggi, Selasa (22/9/2026). Bimtek selama tiga hari itu membahas tata kelola SPMI, literasi dan numerasi, serta digitalisasi pembelajaran. (Foto: Dok. Disdik Pegaf)
banner 120x600

Bimtek BOSKIN 2026 di SMKN 02 Anggi membekali satuan pendidikan dalam tata kelola mutu, penguatan literasi dan numerasi, serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.

Papuabaratnews.id, Anggi — Dinas Pendidikan Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Papua Barat, terus mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan tata kelola Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), literasi dan numerasi, serta digitalisasi pembelajaran pada satuan pendidikan.

banner 325x300

Upaya tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Kegiatan Program BOSKIN 2026 Gugus 3 SMKN 02 Anggi yang berlangsung selama tiga hari, 22–24 September 2026, di SMKN 02 Anggi, Distrik Anggi.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pegunungan Arfak, Deny Agustinus Ngutra mengatakan bimtek ini mengangkat tiga aspek utama dalam peningkatan mutu pendidikan, yakni tata kelola SPMI, penguatan literasi dan numerasi, serta digitalisasi pembelajaran pada jenjang pendidikan menengah kejuruan.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Dinas Pendidikan Pegunungan Arfak untuk mendorong satuan pendidikan semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus memperkuat inovasi dan kualitas proses pembelajaran,” ujar Deny, Selasa (22/9/2026).

Melalui tata kelola SPMI, menurut Deny, sekolah didorong membangun budaya mutu secara berkelanjutan dengan melakukan pemetaan, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga perbaikan terhadap proses pendidikan di satuan pendidikan.

Ia menjelaskan, penguatan literasi dan numerasi juga menjadi perhatian karena kedua kemampuan tersebut merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran.  Literasi tidak sebatas kemampuan membaca, sedangkan numerasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berhitung, tetapi bagaimana peserta didik mampu memahami dan menggunakan informasi dalam kehidupan sehari-hari.

DIGITALISASI PEMBELAJARAN — Peserta mengikuti Bimbingan Teknis Kegiatan Program BOSKIN 2026 Gugus 3 SMKN 02 Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak, Selasa (22/9/2026). (Foto: Dok. Disdik Pegaf)

Pada saat yang sama, perkembangan teknologi menuntut sekolah dan tenaga pendidik mampu menyesuaikan metode pembelajaran. Pemanfaatan perangkat dan teknologi digital diharapkan dapat mendukung proses belajar yang lebih efektif serta memperluas akses peserta didik terhadap sumber pembelajaran.

Dinas Pendidikan Pegunungan Arfak mendorong agar pelaksanaan Program BOSKIN 2026 tidak berhenti pada pemenuhan program, tetapi menjadi pijakan bagi satuan pendidikan untuk terus mengembangkan praktik baik, inovasi, dan peningkatan kualitas pembelajaran.

“Melalui bimtek tersebut, para peserta juga diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan mutu pendidikan sekaligus meningkatkan kemampuan dalam mengintegrasikan literasi, numerasi, dan teknologi ke dalam proses pembelajaran,” harapnya.

Penguatan kapasitas tenaga pendidik menjadi penting mengingat kondisi geografis Pegunungan Arfak memiliki tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan pendidikan. Pemanfaatan teknologi dapat menjadi salah satu instrumen pendukung bagi sekolah dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih adaptif.

Bimtek Program BOSKIN 2026 Gugus 3 SMKN 02 Anggi dijadwalkan berlangsung hingga Kamis (24/9/2026). Kegiatan tersebut diharapkan mendorong satuan pendidikan di Pegunungan Arfak terus meningkatkan tata kelola sekolah serta kualitas pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan peserta didik. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *