Papuabaratnews.id, Jayapura — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua (UIP MPA) memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan masyarakat untuk mendukung pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Gardu Induk (GI) Holtekamp–GI Keerom di Papua.
Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi pengadaan tanah untuk pembangunan SUTT 150 kV GI Holtekamp–GI Keerom di Gedung Serbaguna Kampung Holtekamp, Kota Jayapura, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya PLN membangun pemahaman bersama mengenai rencana pembangunan jaringan transmisi sekaligus menyampaikan proses dan tahapan pengadaan tanah kepada masyarakat yang berada di wilayah rencana pembangunan.
Sosialisasi dihadiri Kepala Distrik Muara Tami, Kepala Distrik Abepura, Kepala Subseksi II pada Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Jayapura, perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Jayapura, Kepala Kampung Holtekamp, Kepala Kampung Koya Koso, serta perwakilan Kampung Koya Barat.
Manager PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek Maluku dan Papua 3 (UPP MPA 3), Rahmat Hidayat, mengatakan pembangunan SUTT 150 kV GI Holtekamp–GI Keerom membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, khususnya masyarakat yang berada di sekitar jalur pembangunan.
“Sosialisasi ini merupakan bagian penting untuk menyamakan pemahaman antara PLN, pemerintah, dan masyarakat. Kami berharap komunikasi dan koordinasi yang baik dapat terus terjalin sehingga proses pengadaan tanah dan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dapat berjalan dengan lancar,” kata Rahmat.
Dukungan terhadap pembangunan jaringan transmisi tersebut juga disampaikan Kepala Distrik Muara Tami, Bob M. Fonataba. Ia mengajak masyarakat bekerja sama dengan PLN untuk mendukung pembangunan proyek strategis nasional tersebut.
“Kami mendukung pembangunan SUTT ini dan berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan PLN agar proyek strategis nasional ini dapat tercapai dengan baik. Kami juga mengajak masyarakat untuk membantu proses pembangunan dengan melepaskan sebagian hak atas tanahnya untuk kebutuhan pembangunan tower SUTT sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Bob.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UIP Maluku dan Papua, Abdul Haris, mengatakan PLN mengedepankan komunikasi, transparansi, dan kolaborasi dalam setiap tahapan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
“Pembangunan SUTT 150 kV GI Holtekamp–GI Keerom merupakan bagian dari upaya PLN memperkuat sistem kelistrikan di Papua. Untuk mewujudkannya, tentu dibutuhkan dukungan dan kolaborasi dari pemerintah daerah, masyarakat, serta seluruh stakeholder. PLN berkomitmen menjalankan proses pengadaan tanah sesuai ketentuan dan mengedepankan komunikasi yang baik dengan masyarakat,” kata Abdul Haris.
Abdul Haris juga mengapresiasi dukungan pemerintah distrik, pemerintah kampung, BPN, Kejaksaan, serta masyarakat yang berpartisipasi dalam sosialisasi tersebut.
“Kami berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus dijaga. Dengan semangat kebersamaan, kita dapat mendukung terwujudnya infrastruktur kelistrikan yang andal dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta pembangunan di Tanah Papua,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi tersebut sekaligus menjadi ruang dialog antara PLN UIP MPA dan masyarakat mengenai rencana pengadaan tanah untuk pembangunan SUTT 150 kV GI Holtekamp–GI Keerom.
Melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat, PLN UIP MPA berupaya memastikan pembangunan jaringan transmisi berjalan sesuai ketentuan sebagai bagian dari penguatan sistem kelistrikan dan mendukung pembangunan di Tanah Papua. (pbn)







