banner 468x60

Berita  

Puluhan Balita di Tomage Fakfak Alami Karies Gigi, TEP Unpad Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Anak

PEMERIKSAAN GIGI BALITA – Petugas kesehatan memeriksa kondisi gigi seorang balita yang didampingi keluarganya dalam kegiatan pelayanan kesehatan gigi di Tomage, Kabupaten Fakfak, Minggu (25/10/2026). Dari 49 balita yang diperiksa Tim 19 Ekspedisi Patriot Unpad, sebanyak 43 anak ditemukan mengalami karies aktif. (Foto: Dok. TEP Unpad)
banner 120x600

Dari 49 balita yang diperiksa, 43 ditemukan mengalami karies aktif dan 35 di antaranya mengalami karies dalam. Tim Ekspedisi Patriot Unpad menggandeng Puskesmas dan kader kampung untuk memperkuat pencegahan sejak dini.

Papuabaratnews.id, Fakfak – Persoalan kesehatan gigi anak usia dini menjadi perhatian serius di kawasan transmigrasi Tomage, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Pemeriksaan yang dilakukan Tim 19 Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran (Unpad) menemukan sebagian besar balita yang mengikuti kegiatan tersebut mengalami kerusakan gigi atau karies.

banner 325x300

Dari 49 balita yang menjalani pemeriksaan pada Minggu (25/10/2026), sebanyak 43 anak ditemukan mengalami karies aktif. Bahkan, 35 di antaranya tercatat mengalami karies dalam yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

Temuan tersebut memberikan gambaran mengenai pentingnya peningkatan kesadaran keluarga terhadap kesehatan gigi dan mulut anak, sekaligus perlunya memperkuat layanan pencegahan di tingkat kampung.

Meski demikian, hasil pemeriksaan tersebut hanya menggambarkan kondisi anak-anak yang hadir dalam kegiatan, sehingga tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan tingkat kejadian karies pada seluruh balita di Tomage.

Ketua Tim 19 Ekspedisi Patriot Unpad, Prof. Dr. Arlette Suzy Setiawan, mengatakan kegiatan pemeriksaan merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi sejak usia dini.

Menurut dia, pemeriksaan tidak semata-mata bertujuan menemukan kerusakan gigi, tetapi juga mencegah kondisi tersebut berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih berat.

“Yang ingin kami lakukan bukan hanya menemukan karies, tetapi juga mencegah kerusakan gigi berkembang lebih lanjut. Karena itu, pemeriksaan dilengkapi dengan edukasi kepada orang tua dan aplikasi fluor topikal sebagai bagian dari upaya pencegahan karies sejak dini,” ujar Arlette dalam keterangan tertulis yang diterima Papuabaratnews.id, Jumat (30/10/2026).

Sebagai tindak lanjut pemeriksaan, tim memberikan edukasi kesehatan gigi kepada seluruh 49 anak beserta keluarganya. Sebanyak 43 anak juga mendapatkan aplikasi fluor topikal sesuai hasil pemeriksaan.

Pemberian fluor topikal merupakan salah satu tindakan pencegahan yang bertujuan membantu memperkuat permukaan gigi dan mengurangi risiko kerusakan lebih lanjut.

Peran Orang Tua Jadi Kunci Pencegahan

Arlette menekankan, upaya menjaga kesehatan gigi balita tidak dapat hanya mengandalkan pemeriksaan dan pelayanan tenaga kesehatan. Keterlibatan orang tua dalam membangun kebiasaan sehari-hari menjadi faktor penting untuk mencegah kerusakan gigi sejak dini.

Karena itu, kegiatan pemeriksaan di Tomage juga diisi dengan edukasi mengenai cara merawat kesehatan gigi anak di lingkungan keluarga.

Materi yang diberikan meliputi kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari, terutama sebelum tidur, penggunaan pasta gigi berfluorida, serta pentingnya pendampingan orang tua ketika anak menyikat gigi.

Selain itu, orang tua didorong membatasi frekuensi konsumsi makanan dan minuman manis yang dapat meningkatkan risiko terjadinya karies.

Dalam kegiatan tersebut, para orang tua juga memperoleh kesempatan berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan mengenai kondisi gigi anak mereka.

Salah seorang orang tua peserta, Siti Qiptia, mengaku terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan gigi secara gratis tersebut.

Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan kesempatan bagi anak untuk memperoleh pemeriksaan, tetapi juga menambah pengetahuan orang tua tentang cara menjaga kesehatan gigi balita.

“Alhamdulillah ada pemeriksaan gratis untuk balita. Adanya pemeriksaan ini sangat membantu dan mengedukasi saya mengenai kesehatan gigi anak,” katanya.

PEMERIKSAAN GIGI BALITA – Petugas kesehatan memeriksa kondisi gigi seorang balita yang didampingi keluarganya dalam kegiatan pelayanan kesehatan gigi di Tomage, Kabupaten Fakfak, Minggu (25/10/2026). Dari 49 balita yang diperiksa Tim 19 Ekspedisi Patriot Unpad, sebanyak 43 anak ditemukan mengalami karies aktif. (Foto: Dok. TEP Unpad)

Libatkan Kader Kesehatan dari Lima Kampung

Selain memberikan pelayanan langsung kepada anak-anak, Tim Ekspedisi Patriot Unpad juga berupaya memperkuat kapasitas kader kesehatan kampung agar kegiatan pencegahan dapat berlanjut setelah tim menyelesaikan tugasnya di Tomage.

Pemeriksaan kesehatan gigi pada Oktober merupakan kelanjutan dari pelatihan penguatan kapasitas kader kesehatan yang telah dilaksanakan pada 16–17 September 2026.

Pelatihan tersebut diikuti 27 kader kesehatan dari lima kampung, dengan materi meliputi pengamatan kondisi kesehatan gigi anak, praktik menyikat gigi, pemantauan pertumbuhan, serta teknik komunikasi kesehatan kepada keluarga.

Dalam kegiatan pemeriksaan lanjutan, sebanyak 10 kader dari lima kampung kembali dilibatkan untuk mendukung pelaksanaan pelayanan dan edukasi kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut juga melibatkan dokter gigi Puskesmas Tomage, drg. Tiara Anissa Wulandari, serta Kepala Puskesmas Tomage, Supi’i, Amd.Kep.

Keduanya turut memberikan edukasi kepada para kader agar mampu membantu keluarga mengenali tanda-tanda gangguan kesehatan gigi sejak dini dan mendorong pemeriksaan lanjutan ketika diperlukan.

Arlette menilai keberadaan kader kesehatan memiliki peran strategis, terutama bagi masyarakat yang tidak selalu dapat menjangkau pelayanan dokter gigi dengan mudah.

“Dokter gigi tidak selalu berada dekat dengan setiap keluarga. Kader dapat menjadi penghubung yang penting untuk mengingatkan orang tua, membantu mengenali masalah lebih awal, dan mendorong keluarga mencari pertolongan sebelum kondisi gigi anak menjadi lebih berat,” jelasnya.

Penguatan peran kader diharapkan dapat membantu membangun kebiasaan pencegahan yang berkelanjutan, sekaligus mempererat hubungan antara keluarga, Posyandu, dan Puskesmas sebagai penyedia pelayanan kesehatan dasar.

Cermati Kondisi Pertumbuhan Balita

Selain pemeriksaan kesehatan gigi, Tim Ekspedisi Patriot Unpad turut mencermati data pertumbuhan balita yang sebelumnya tercatat melalui kegiatan Posyandu di lima kampung.

Dari 42 balita yang memiliki data pertumbuhan dan dapat dinilai, sebanyak 15 anak terindikasi memiliki tinggi badan menurut umur di bawah minus dua standar deviasi.

Dari kelompok tersebut, 11 anak juga ditemukan mengalami karies aktif.

Namun, tim menegaskan bahwa data pertumbuhan tersebut berasal dari pencatatan Posyandu, bukan hasil pengukuran ulang dalam kegiatan pemeriksaan gigi.

Temuan itu juga bersifat deskriptif sehingga tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan adanya hubungan sebab-akibat antara karies gigi dan gangguan pertumbuhan anak.

Menurut Arlette, masalah kesehatan gigi tetap perlu mendapat perhatian dalam pemantauan tumbuh kembang balita.

Kerusakan gigi yang menimbulkan rasa nyeri atau infeksi dapat mengganggu kenyamanan anak ketika makan. Karena itu, kesehatan gigi perlu diperhatikan bersamaan dengan pemantauan pertumbuhan dan pemenuhan kebutuhan gizi.

Pendekatan tersebut menjadi penting agar pelayanan kesehatan anak tidak dilakukan secara terpisah, melainkan mencakup berbagai aspek yang memengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang mereka.

EDUKASI KESEHATAN GIGI – Empat anak menunjukkan paket sikat dan pasta gigi yang diterima dalam kegiatan pemeriksaan dan edukasi kesehatan gigi oleh Tim 19 Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran di kawasan transmigrasi Tomage, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Minggu (25/10/2026). Kegiatan ini bertujuan menanamkan kebiasaan menjaga kebersihan gigi sejak usia dini. (Foto: Dok. TEP Unpad)

Masih Ada 85 Balita Belum Diperiksa

Meski pemeriksaan telah menjangkau 49 balita, Tim Ekspedisi Patriot Unpad mencatat masih terdapat sejumlah anak yang belum mengikuti kegiatan.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 134 balita yang tercatat di lima kampung. Dari jumlah tersebut, sebanyak 85 anak belum hadir dalam pemeriksaan kesehatan gigi kali ini.

Kondisi tersebut menjadi perhatian tim untuk memperluas jangkauan edukasi dan pelayanan kesehatan gigi kepada keluarga yang belum terlayani.

Tim berencana melakukan tindak lanjut bersama kader kesehatan, Posyandu, Puskesmas Tomage, pemerintah kampung, serta keluarga balita.

Kerja sama lintas pihak tersebut diharapkan dapat memperluas akses pemeriksaan sekaligus memperkuat kemampuan masyarakat dalam melakukan pencegahan secara mandiri.

Arlette menegaskan, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari banyaknya anak yang berhasil diperiksa dalam satu hari, tetapi juga dari keberlanjutan upaya pencegahan di tengah masyarakat.

“Tujuan kami bukan hanya berapa anak yang berhasil diperiksa dalam satu hari. Yang ingin dibangun adalah kemampuan masyarakat agar setelah tim meninggalkan Tomage, kader dan keluarga tetap mampu melakukan pencegahan, mengenali masalah sejak dini, serta mengetahui kapan anak perlu mendapatkan pelayanan kesehatan lebih lanjut,” ujarnya.

Melalui penguatan kapasitas kader dan keterlibatan keluarga, kegiatan Ekspedisi Patriot Unpad di Tomage diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran serta praktik perawatan kesehatan gigi anak secara berkelanjutan.

Temuan tingginya jumlah kasus karies di antara peserta pemeriksaan sekaligus menjadi pengingat pentingnya memperluas edukasi, pemeriksaan berkala, dan akses pelayanan kesehatan gigi bagi anak-anak di wilayah kampung dan kawasan transmigrasi. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *