banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Bupati Hermus Sebut Festival Kopi Manokwari Akselerasi Pengembangan UMKM

Bupati Manokwari Hermus Indou (tengah) membuka Festival Kopi Manokwari 2026 di Manokwari City Mall, Papua Barat, Kamis (7/8/2026). Festival yang berlangsung 7-9 Agustus 2026 tersebut menjadi ajang promosi kopi lokal sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM. (Foto: ANTARA/Fransiskus Salu Weking)
banner 120x600

Hari ini Komunitas Kopi Manokwari sudah menunjukkan kontribusi dalam mendorong pembangunan ekonomi di daerah.

Papuabaratnews.id, Manokwari –- Bupati Manokwari Hermus Indou mengatakan penyelenggaraan Festival Kopi Manokwari 2026 merupakan salah satu strategi mengakselerasi pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui promosi produk unggulan, serta perluasan akses pasar.

banner 325x300

Pembangunan UMKM berbasis kopi membutuhkan dukungan dari semua pelaku usaha, termasuk Komunitas Kopi Manokwari yang telah menginisiasi pelaksanaan festival di Manokwari City Mal, Papua Barat, pada 7-9 Agustus 2026.

“Hari ini Komunitas Kopi Manokwari sudah menunjukkan kontribusi dalam mendorong pembangunan ekonomi di daerah,” kata Hermus di Manokwari, Jumat (7/8/2026) seperti dilansir Antara.

Menurut dia, Manokwari memiliki potensi sebagai daerah penghasil kopi di Provinsi Papua Barat selain Pegunungan Arfak, dengan luasan kurang lebih mencapai 30 hektare yang telah dikembangkan sejak beberapa tahun lalu.

Pengembangan komoditas perkebunan, termasuk kopi, harus memperhatikan tiga aspek utama. Pertama, peningkatan produktivitas dan kualitas hasil panen, penyediaan bibit unggul, penggunaan teknologi, serta penguatan kapasitas petani.

Kedua, mendorong pengolahan pascapanen untuk meningkatkan nilai tambah melalui hilirisasi, perbaikan mutu, pengemasan, sertifikasi, dan diversifikasi produk agar memiliki daya asing yang lebih tinggi.

Ketiga, memperluas akses pemasaran melalui promosi produk secara berkala, business matching, pemanfaatan media sosial, serta pengembangan jejaring antara petani dengan pelaku usaha, industri, hingga pasar global.

“Jadi, aspek hulu, aspek hilir, dan aspek pemasaran harus berjalan beriringan agar memberikan dampak ekonomi yang lebih tinggi bagi petani maupun pelaku UMKM,” ujar Hermus.

Hermus menyebut bahwa, Distrik Mokwam maupun Kampung Kwau tidak hanya menjadi lokasi pengembangan komoditas kopi di Manokwari, melainkan ekowisata pemantauan burung pintar atau burung endemik Papua, Vogelkop Bowerbird.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergisitas dan kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan, termasuk komunitas kopi guna mengoptimalkan pengembangan potensi unggulan daerah.

“Supaya wisatawan berkunjung ke Mokwam tidak hanya memantau burung pintar, tapi mereka bisa minum kopi asli Manokwari,” ujar Hermus.

Ketua Komunitas Kopi Manokwari Roland Raweyai menjelaskan, festival bukan sekadar ajang promosi produk, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kemampuan barista dalam meracik minuman sesuai permintaan dari konsumen.

“Kami berterima kasih atas dukungan dari pemerintah daerah dalam pelaksanaan festival ini,” ujarnya. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *