Berita  

Kodam Kasuari Sebut Pembangunan 50 Gerai KDKMP Rampung 100 Persen

Salah satu bangunan KDKMP yang terletak di Kelurahan Sowi, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, yang sudah selesai dibangun. (Foto: ANTARA/Fransiskus Salu Weking)
banner 120x600

Untuk wilayah kerja Kodam Kasuari, sudah ada 50 unit KDKMP yang fisiknya sudah 100 persen, jadi tinggal beroperasi.

Papuabaratnews.id, Manokwari –- Komando Daerah Militer (Kodam) XVIII/Kasuari menyebutkan pembangunan 50 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tersebar di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya telah rampung 100 persen.

banner 325x300

Asisten Teritorial Kepala Staf Kodam XVIII/Kasuari Kolonel Inf Muhammad Ridha di Manokwari, Rabu, mengatakan KDKMP yang sudah rampung belum bisa beroperasi karena menunggu kelengkapan sarana dan prasarana pendukung.

“Untuk wilayah kerja Kodam Kasuari, sudah ada 50 unit KDKMP yang fisiknya sudah 100 persen, jadi tinggal beroperasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa TNI berperan mendukung pembangunan gerai dan gudang KDKMP yang dilaksanakan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara melalui koordinasi lapangan, survei lokasi, serta membantu kelancaran distribusi material ke lokasi.

Keterlibatan TNI sangat penting mengingat kondisi geografis dan akses menuju sejumlah lokasi pembangunan, terutama di wilayah Papua yang cukup sulit, sehingga mobilisasi material membutuhkan koordinasi dengan berbagai pihak.

“Nanti, KDKMP dipimpin satu manajer berpendidikan sarjana, dan sepuluh pemuda di desa/kelurahan setempat sebagai pengurus,” ujarnya.

Menurut Ridha, pembangunan KDKMP di wilayah kerja Kodam Kasuari yang mencakup Papua Barat dan Papua Barat Daya ditargetkan mencapai 155 unit dengan progres fisik sebagian besar unit sudah memasuki tahap akhir atau finalisasi.

TNI berkomitmen menyelesaikan seluruh target meskipun terdapat berbagai tantangan, seperti kondisi geografis, keterbatasan akses transportasi, tingkat kemahalan material bangunan, serta minimnya infrastruktur kelistrikan di lokasi.

“Karena setiap lokasi pembangunan memiliki tingkat kesulitan dan tantangan berbeda-beda, seperti di wilayah Teluk Bintuni yang jauh dari kota,” ucap dia.

Ia mengatakan kondisi tersebut memengaruhi durasi pembangunan KDKMP membutuhkan waktu yang lebih panjang dibandingkan provinsi lain di Indonesia, seperti Pulau Jawa yang rata-rata sudah tuntas bahkan mulai beroperasi.

TNI terus berkoordinasi dengan masing-masing pemerintah daerah, termasuk PT PLN agar turut membantu percepatan pembangunan gerai dan gudang KDKMP melalui penyediaan sarana prasarana kelistrikan maupun air bersih.

“TNI hanya menerima anggaran pembangunan KDKMP dari PT Agrinas, dan semua unit yang sudah selesai dibangun akan diperiksa oleh pengawas internal kami,” katanya. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *