Papuabaratnews.id, Sorong – Tawa riang kembali terdengar dari lokasi pengungsian korban kebakaran di Kelurahan Malawei dan Klaligi, Kota Sorong, Jumat (3/7/2026). Puluhan anak yang terdampak musibah tampak antusias mengikuti kegiatan trauma healing yang digelar Srikandi PT PLN (Persero) sebagai upaya memulihkan semangat dan keceriaan mereka.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Srikandi PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek Maluku dan Papua 4 (UPP MPA 4) bersama Srikandi PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sorong. Berbagai aktivitas seperti mewarnai, bermain, bernyanyi, hingga pembagian bingkisan disiapkan untuk menghibur anak-anak yang masih berada di lokasi pengungsian.
Suasana hangat terlihat sepanjang kegiatan. Anak-anak bebas mengekspresikan kreativitas melalui gambar-gambar yang diwarnai, sembari berinteraksi dengan para relawan Srikandi PLN. Di akhir kegiatan, mereka menerima bingkisan sebagai bentuk perhatian dan dukungan moral agar tetap semangat menjalani aktivitas sehari-hari.
Manager PLN UPP MPA 4, Reza Aditya Rizkiyanto, mengatakan kehadiran PLN di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan listrik yang andal, tetapi juga melalui aksi sosial yang memberikan manfaat nyata, terutama saat masyarakat menghadapi musibah.

“Musibah tentu meninggalkan duka yang mendalam, terlebih bagi anak-anak. Karena itu kami ingin hadir bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan semangat baru bagi mereka. Kami berharap senyum yang kembali terlihat hari ini menjadi awal dari proses pemulihan yang lebih baik bagi seluruh keluarga terdampak,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Srikandi PLN UPP MPA 4, Dessy Refasi, menuturkan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Srikandi PLN untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan perhatian lebih.
“Anak-anak memiliki hak untuk tetap bahagia meskipun sedang menghadapi cobaan. Melalui kegiatan sederhana seperti bermain, mewarnai, dan berbagi bingkisan, kami ingin menghadirkan rasa nyaman sekaligus menunjukkan bahwa banyak pihak yang peduli dan siap mendampingi mereka melewati masa sulit ini,” katanya.
Melalui kegiatan trauma healing ini, Srikandi PLN berharap anak-anak korban kebakaran dapat kembali ceria, memiliki semangat untuk belajar dan bermain, serta perlahan pulih dari trauma akibat musibah yang mereka alami. Kehadiran para relawan juga diharapkan menjadi penyemangat bagi keluarga korban untuk bangkit dan menata kembali kehidupan mereka dengan optimisme. (pbn)







