OJK dan Kodam XVIII/Kasuari Perkuat Literasi Keuangan Prajurit di Papua Barat

Kepala OJK Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya, Budi Rahman, bersama Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru berfoto bersama usai kegiatan edukasi keuangan digital di Aula Makodam XVIII/Kasuari, Manokwari. (Foto: Dok. Humas OJK PB-PBD)
banner 120x600

Edukasi keuangan digital diikuti lebih dari 300 prajurit TNI. OJK mengingatkan pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak untuk mencegah penipuan digital, pinjaman online ilegal, dan investasi bodong.

Papuabaratnews.id, Manokwari –- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya berkolaborasi dengan Kodam XVIII/Kasuari memperkuat literasi dan inklusi keuangan bagi prajurit TNI melalui kegiatan edukasi keuangan digital di Aula Makodam XVIII/Kasuari, Kabupaten Manokwari.

banner 325x300

Kegiatan bertajuk “Cerdas Literasi Keuangan Digital, Hidup Sejahtera Menuju Indonesia Emas” itu diikuti lebih dari 300 prajurit TNI Kodam XVIII/Kasuari. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya Budi Rahman, Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru, Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Papua Kresna Aditya Payokwa, serta perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, Meilinda W.N. Barahima.

Kepala OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya, Budi Rahman, mengatakan prajurit TNI tidak hanya memiliki peran menjaga kedaulatan negara, tetapi juga berperan menjaga ketahanan ekonomi keluarga. Karena itu, kemampuan mengelola keuangan secara bijak menjadi bekal penting agar prajurit dan keluarganya dapat memanfaatkan layanan keuangan secara aman.

Menurutnya, perkembangan transaksi digital harus diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan agar masyarakat tidak mudah menjadi korban berbagai modus kejahatan keuangan.

“Kemudahan transaksi digital harus diimbangi dengan kewaspadaan terhadap berbagai risiko, seperti penipuan digital, pinjaman online ilegal, investasi bodong, penyalahgunaan data pribadi, hingga pemalsuan bukti transfer menggunakan teknologi artificial intelligence (AI),” kata Budi Rahman.

Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru berbincang dengan Kepala OJK Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya, Budi Rahman, di sela-sela kegiatan edukasi keuangan digital di Aula Makodam XVIII/Kasuari, Manokwari. (Foto: Dok. Humas OJK PB-PBD)

Dalam kegiatan tersebut, OJK juga memperkenalkan berbagai kanal pelindungan konsumen, di antaranya Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) untuk pelaporan dugaan penipuan transaksi keuangan, SiPASTI sebagai sarana pelaporan aktivitas keuangan ilegal, serta Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK) untuk penyampaian informasi dan pengaduan terkait pelaku usaha jasa keuangan yang berizin dan diawasi OJK.

Sementara itu, Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru mengapresiasi penyelenggaraan edukasi tersebut. Menurutnya, kesiapan prajurit dalam menjalankan tugas negara tidak terlepas dari kondisi ekonomi keluarga yang sehat.

Ia mengingatkan seluruh prajurit agar mengelola penghasilan secara bijak, membiasakan menabung, serta tidak mudah tergiur tawaran investasi yang tidak memiliki kejelasan legalitas.

“Banyak persoalan muncul akibat pengelolaan keuangan yang kurang tepat dan pola hidup konsumtif. Saya mengajak seluruh prajurit Kodam XVIII/Kasuari untuk mengelola penghasilan secara bijak, membiasakan menabung, serta tidak mudah tergiur tawaran investasi yang tidak jelas legalitasnya,” ujar Christian.

Melalui kolaborasi tersebut, OJK berharap para prajurit dapat menjadi agen literasi keuangan di lingkungan keluarga, satuan, maupun masyarakat sehingga semakin banyak masyarakat yang mampu mengelola keuangan secara sehat, terhindar dari aktivitas keuangan ilegal, serta lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan digital. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *