Papua Barat Raih Penghargaan Kemendagri atas Komitmen Perlindungan Pekerja

Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani bersama sejumlah kepala daerah di Tanah Papua menerima penghargaan dari Kemendagri atas komitmen penyelenggaraan Program Jamsostek. Penghargaan itu diserahkan di Jayapura, Papua, Senin (22/6/2026). (Dok. BPJS Ketenagakerjaan)
banner 120x600

Penghargaan ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah di Papua Barat dalam memperkuat perlindungan pekerja.

Papuabaratnews.id, Manokwari — Provinsi Papua Barat meraih penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai salah satu provinsi terbaik di wilayah Papua Raya atas komitmen pemerintah daerah dalam memperluas penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek).

banner 325x300

Deputi Direktur Korporasi dan Institusi BPJS Ketenagakerjaan Hendra Nopriansyah, mengatakan penghargaan yang diberikan Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri menunjukkan keseriusan pemerintah daerah mendukung implementasi Program Jamsostek.

“Penghargaan ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah di Papua Barat dalam memperkuat perlindungan pekerja melalui dukungan regulasi, penganggaran, dan perluasan cakupan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Manokwari, Senin (22/6/2026) seperti dilansir Antara.

Menurut Hendra, capaian tersebut tidak terlepas dari sinergitas dan kolaborasi antara pemerintah provinsi serta tujuh pemerintah kabupaten di Papua Barat dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam meningkatkan akses perlindungan bagi pekerja formal maupun informal, termasuk pekerja rentan hingga pedagang orang asli Papua

Jumlah tenaga kerja di wilayah Papua Barat yang telah memperoleh perlindungan sosial melalui program BPJS Ketenagakerjaan tercatat sebanyak 150.435 orang atau setara dengan cakupan Universal Coverage Jamsostek (UCJ) sebesar 63,38 persen dari total potensi tenaga kerja sebanyak 237.368 orang.

“Capaian UCJ Papua Barat tahun 2025 sebesar 63,38 persen dari total potensi tenaga kerja,” ujar Hendra.

Menurut dia, Kabupaten Fakfak menjadi daerah dengan capaian UCJ tertinggi di wilayah Papua Barat yakni 96,82 persen, disusul Kabupaten Kaimana 89,55 persen, Manokwari Selatan 88,24 persen, Manokwari 69,24 persen, Teluk Wondama 54,29 persen, Teluk Bintuni 33,06 persen, dan Kabupaten Pegunungan Arfak 11,18 persen.

Penghargaan diberikan oleh Kemendagri diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pemerintah daerah di Papua Barat untuk terus memperluas cakupan pelaksanaan Program Jamsostek pada tahun-tahun mendatang, khususnya bagi pekerja sektor informal yang masih belum terjangkau secara menyeluruh.

“Ke depan, kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah agar semakin banyak pekerja yang mendapatkan manfaat Program Jamsostek,” ujarnya.

Menurut Hendra, perluasan kepesertaan Program Jamsostek memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya, sekaligus memperkuat sistem perlindungan sosial di daerah, sehingga perlu kolaborasi antara pemerintah daerah dengan BPJS Ketenagakerjaan agar dapat mencapai hal tersebut.

“Penghargaan jadi momentum untuk mempercepat pencapaian cakupan perlindungan pekerja yang lebih luas dan merata di seluruh Papua Barat,” ujarnya.

Selain Papua Barat, kata dia, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Pemerintah Kabupaten Fakfak dan Pemerintah Kabupaten Kaimana juga turut memperoleh penghargaan dari Kemendagri yang diserahkan di Jayapura, Papua. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *