banner 468x60 *** banner 468x60 ***

PLN UIP MPA dan Uniera Tanam 120 Mangrove, Lepas 21 Tukik Penyu di Pantai Wauwo

Warga, pelajar, dan pegiat lingkungan menunjukkan bibit mangrove yang akan ditanam di kawasan Pantai Wauwo, Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Halmahera Utara. (Dok. PLN UIP MPA)
banner 120x600

Papuabaratnews.id, Halmahera Utara — Komitmen menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan keanekaragaman hayati erus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak di Pantai Wauwo, Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara.

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua (UIP MPA) bersama Program Studi Kehutanan Universitas Halmahera (Uniera), Kelompok Konservasi Burung Mamoa, masyarakat, serta pelajar setempat melaksanakan aksi konservasi berupa penanaman mangrove dan pelepasan tukik penyu ke habitat alaminya.

banner 325x300

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan itu adalah pelepasan 21 tukik penyu yang berhasil ditetaskan setelah melalui proses pemeliharaan selama kurang lebih satu bulan. Pelepasan tukik tersebut menjadi indikator positif bagi upaya konservasi satwa pesisir di Pantai Wauwo serta menunjukkan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam menjaga habitat satwa yang dilindungi.

Selain pelepasan tukik, peserta kegiatan juga menanam sebanyak 120 bibit mangrove jenis Rhizophora apiculata di kawasan pesisir Pantai Wauwo. Penanaman mangrove dilakukan sebagai bagian dari rehabilitasi ekosistem pantai yang memiliki peran penting dalam mencegah abrasi, menyerap karbon biru (blue carbon), serta menjadi habitat berbagai spesies pesisir dan laut.

Ketua Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Kehutanan Universitas Halmahera, Margaretha T. Tuny, mengatakan konservasi lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Konservasi tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan generasi muda agar upaya pelestarian lingkungan dapat berlangsung secara berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Margaretha, penanaman mangrove dan pelepasan tukik yang dilakukan bersama masyarakat merupakan langkah nyata yang diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masa depan ekosistem pesisir di Halmahera Utara.

Seorang pelajar memperlihatkan tukik penyu yang akan dilepas ke habitat alaminya di Pantai Wauwo, Halmahera Utara. Sebanyak 21 tukik berhasil ditetaskan dan dilepas ke laut dalam rangkaian kegiatan konservasi pesisir memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. (Dok. PLN UIP MPA)

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari komitmen PLN UIP MPA dalam mendorong pelestarian lingkungan melalui Program Konservasi Burung Mamoa di Desa Mamuya. Program yang telah berjalan selama beberapa tahun itu tidak hanya berfokus pada perlindungan Burung Mamoa (Eulipoa wallacei) sebagai satwa endemik Maluku Utara, tetapi juga mendukung pemulihan habitat serta penguatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan kawasan konservasi berbasis komunitas.

General Manager PLN UIP MPA, Raja Muda Siregar, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

“PLN meyakini bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Melalui dukungan terhadap berbagai program konservasi di Pantai Wauwo, kami ingin memastikan manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga mampu menjaga keberlanjutan ekosistem bagi generasi mendatang,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan pelepasan 21 tukik penyu menjadi bukti bahwa kolaborasi antara masyarakat, akademisi, pemerintah, dan dunia usaha mampu menghasilkan dampak nyata bagi lingkungan pelestarian.

“Ini memberikan harapan baru bagi konservasi pesisir di Halmahera Utara. PLN akan terus mendukung berbagai inisiatif yang memperkuat pelestarian keanekaragaman hayati sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, seluruh pihak berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir terus meningkat. Kolaborasi yang terbangun di Pantai Wauwo juga diharapkan dapat menjadi model praktik konservasi berbasis masyarakat yang menghadirkan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat pesisir di Halmahera Utara. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *