banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Berita  

Pemprov Papua Barat Siagakan 156 Nakes untuk Dukung Pesparawi Nasional XIV di Manokwari

Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, dr. Alwan Rimosan (Tengah), menyampaikan kesiapan dukungan layanan kesehatan untuk penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari. (Dok. Istimewa)
banner 120x600

Sistem dukungan kesehatan mencakup posko 24 jam, tim mobile, ambulans siaga, hingga rumah sakit rujukan bagi lebih dari 6.000 peserta dan tamu undangan.

Papuabaratnews.id, Manokwari — Pemerintah Provinsi Papua Barat menyiapkan 156 tenaga kesehatan (nakes) untuk mendukung pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Kabupaten Manokwari, pada 18 hingga 28 Juni 2026.

banner 325x300

Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat dr Alwan Rimosan, mengatakan pemerintah daerah berkomitmen mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi seluruh kontingen maupun tamu undangan yang menghadiri even nasional tersebut.

“Tenaga kesehatan yang disiagakan antara lain, 24 orang dokter, 36 perawat, 12 tenaga kesehatan lingkungan, tenaga kefarmasian, personel ambulans, dan lainnya,” kata Alwan di Manokwari, Senin (8/6/2026).

Pihaknya, kata dia, telah menyusun rencana dukungan kesehatan (rendukes) sebagai pedoman operasional sistem layanan terpadu guna menjamin keselamatan dan kesehatan seluruh peserta, pejabat pemerintah pusat dan pemerintah daerah dari 38 provinsi.

Rendukes disusun untuk memastikan tersedianya pelayanan kesehatan yang komprehensif selama kegiatan Pesparawi Nasional XIV berlangsung, mulai dari lokasi akomodasi kontingen hingga seluruh venue perlombaan dan pertemuan.

“Sistem layanan kesehatan mengedepankan kesiapsiagaan 24 jam, respons cepat terhadap kondisi darurat, pencegahan risiko, serta kesinambungan layanan di semua lokasi kegiatan.

Dia menjelaskan bahwa setiap venue utama akan dilengkapi pos kesehatan, dokter dan perawat jaga, tenaga farmasi, petugas kesehatan lingkungan, serta ambulans siaga yang dapat digunakan untuk evakuasi medis apabila terjadi keadaan darurat.

Tim kesehatan bergerak atau mobile health team akan beroperasi selama 24 jam untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar, pemeriksaan ringan, serta edukasi mengenai kebersihan dan keamanan pangan.

“Tim kesehatan juga ditempatkan di hotel, penginapan, dan asrama yang menjadi lokasi akomodasi kontingen. Setiap lokasi kegiatan punya standar yang sama agar peserta memperoleh layanan medis secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Untuk mendukung layanan rujukan, kata dia, Dinkes Papua Barat telah mengintegrasikan sejumlah rumah sakit di Manokwari ke dalam sistem evakuasi kesehatan, yaitu RSUP Papua Barat, RSAL dr Azhar Zahir, dan RS Bhayangkara.

Pemerintah juga memperkuat pengawasan kesehatan lingkungan untuk seluruh hotel dan penginapan yang digunakan kontingen, seperti pemeriksaan kualitas air bersih, sanitasi, keamanan pangan, pengelolaan limbah, hingga pengendalian vektor penyakit.

Rendukes mengakomodasi langkah mitigasi terhadap berbagai potensi gangguan kesehatan, seperti serangan jantung, stroke, dehidrasi, keracunan makanan, cedera saat perlombaan, infeksi saluran pernapasan akut, diare, hingga kondisi darurat yang melibatkan tamu VIP.

“Termasuk dengan kesiapan jalur evakuasi dan keselamatan kebakaran juga diperiksa. Penyusunan rendukes juga berkaitan dengan langkah mitigasi terhadap potensi risiko gangguan kesehatan,” jelas Alwan.

Menurut dia, seluruh layanan kesehatan selama kegiatan tersebut akan dikendalikan melalui Posko Kesehatan Provinsi Papua Barat yang terhubung dengan rumah sakit rujukan, puskesmas, ambulans, serta tim kesehatan di setiap venue dan lokasi akomodasi.

Keberhasilan penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV tidak hanya ditentukan oleh kelancaran perlombaan, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pihak dalam menjaga kesehatan dan keselamatan peserta dari 38 proviinsi.

“Keselamatan dan kesehatan peserta menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV di Papua Barat,” katanya.

Berdasarkan data panitia, kata dia, jumlah peserta kurang lebih mencapai 6.086 orang, terdiri atas 4.932 peserta lomba dan 1.154 official, pelatih, serta staf pendamping, kemudian terdapat sekitar 217 tamu VIP yang akan menghadiri Pesparawi Nasional XIV.

“Semua yang datang ke Manokwari untuk kegiatan Pesparawi akan mendapatkan dukungan layanan kesehatan,” kata Alwan. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *