Papuabaratnews.id, Jayapura — Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua (UIP MPA) dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Melalui program Electrifying Agriculture – Smart Farming melalui Irigasi Sprinkler Otomatis untuk Peningkatan Budidaya Tanaman Hortikultura Kelompok Pelita Jaya Makmur, PLN UIP MPA berhasil meraih penghargaan TOP CSR Awards 2026 dengan predikat Star 3 dalam ajang penghargaan yang digelar di Hotel Raffles Jakarta, Senin (25/5/2026).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi PLN UIP MPA dalam menghadirkan program TJSL yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan energi listrik produktif sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Mengusung tema “Aligning CSR and ESG for Long-Term Corporate Value and Sustainable Development”, penghargaan ini menegaskan peran PLN dalam mendorong peningkatan kapasitas kelompok tani dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan melalui inovasi berbasis energi listrik.
Program Electrifying Agriculture berbasis Smart Farming yang dijalankan di Kampung Waibron, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, merupakan implementasi pendekatan Creating Shared Value (CSV), yang mengintegrasikan pemanfaatan energi listrik dengan penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian hortikultura.

Dalam program tersebut, PLN UIP MPA menghadirkan teknologi irigasi sprinkler otomatis berbasis listrik guna mendukung sistem pertanian yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan. Selain itu, PLN juga mengembangkan learning farm seluas 500 meter persegi sebagai pusat pelatihan dan demonstrasi pertanian modern bagi masyarakat setempat.
General Manager PLN UIP MPA, Raja Muda Siregar, mengatakan penghargaan ini menjadi motivasi bagi PLN untuk terus menghadirkan program TJSL yang tidak hanya bersifat bantuan sosial, tetapi juga mampu menciptakan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi PLN UIP MPA untuk terus menghadirkan program TJSL yang mampu meningkatkan produktivitas dan menciptakan kemandirian masyarakat. Electrifying Agriculture menjadi bukti bahwa pemanfaatan energi listrik dapat menghadirkan nilai tambah ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat,” ujar Raja.
Ia menjelaskan, sebelum program dijalankan, para petani di Kampung Waibron masih menghadapi tantangan berupa sistem irigasi manual yang kurang efisien sehingga hasil pertanian belum optimal. Kehadiran sistem sprinkler otomatis kini dinilai mampu mempercepat proses penyiraman yang sebelumnya memakan waktu berjam-jam menjadi hanya dalam hitungan menit.
“PLN tidak hanya berfokus menghadirkan listrik, tetapi bagaimana energi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kami ingin masyarakat menjadi pelaku utama dalam pengembangan program ini sehingga manfaatnya dapat terus berkelanjutan,” tambahnya.

Melalui implementasi program tersebut, kualitas dan kuantitas hasil panen komoditas hortikultura seperti cabai, tomat, sawi, dan kangkung mengalami peningkatan yang lebih stabil. Efisiensi penggunaan air dan tenaga kerja juga meningkat sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan kelompok tani.
Program ini melibatkan Kelompok Tani Pelita Jaya Makmur sebagai penggerak utama dan diperkuat melalui kolaborasi bersama Yayasan Bina Tani Sejahtera, Komunitas Kitorang, Universitas Cenderawasih, serta pemerintah daerah setempat.
Selain berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat, program Electrifying Agriculture juga mendorong perubahan sosial dan lingkungan melalui peningkatan kesadaran masyarakat terhadap praktik pertanian berkelanjutan, efisiensi penggunaan air, hingga pengurangan potensi erosi lahan pertanian. (pbn)


***
***





