banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Papua Barat Jajaki Investasi Rp5 Triliun untuk Proyek Sampah Jadi Energi Listrik

Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani bersama perwakilan investor asal Tiongkok usai membahas peluang kerja sama investasi proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy) senilai lebih dari Rp5 triliun di Jakarta, Jumat (23/5/2026). (Dok. Istimewa)
banner 120x600

Ini dinilai menjadi solusi pengelolaan sampah sekaligus menambah pasokan energi hijau dan membuka lapangan kerja baru.

Papuabaratnews.id, Manokwari — Pemerintah Provinsi Papua Barat mulai menjajaki peluang investasi proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste to energy (WTE) bersama investor asal Tiongkok dengan nilai investasi mencapai sekitar 300 juta dolar Amerika Serikat atau lebih dari Rp5 triliun.

banner 325x300

Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, mengatakan investor menunjukkan minat serius untuk mengembangkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Papua Barat sebagai bagian dari pengembangan energi hijau dan solusi pengelolaan sampah perkotaan.

“Jumat (23/5) kemarin saya bertemu dengan investor asal Tiongkok di Jakarta untuk membahas kerja sama pengelolaan sampah jadi energi hijau,” kata Lakotani dalam keterangan resmi yang diterima di Manokwari, Selasa (26/5/2026).

Menurut dia, skema investasi tersebut dirancang untuk meminimalkan beban pembiayaan pemerintah daerah melalui dukungan teknologi, rekayasa, sistem operasional, hingga pendanaan dari mitra investasi asal Tiongkok.

Dalam rencana kerja sama tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Barat akan memberikan dukungan berupa percepatan proses perizinan, penyediaan lahan sekitar lima hektare, serta menjamin ketersediaan pasokan sampah hingga 1.000 ton per hari sebagai bahan baku utama pengolahan energi.

Lakotani menjelaskan, sampah perkotaan nantinya akan diolah menjadi energi listrik yang selanjutnya dijual kepada PLN untuk didistribusikan kepada masyarakat. Pemerintah daerah dan perusahaan juga akan menerapkan skema pembagian keuntungan yang akan dibahas lebih lanjut pada tahap berikutnya.

“Kalau soal teknis pembagian keuntungan akan dibahas lebih rinci pada tahap berikutnya sebelum tanda tangan kerja sama,” ujarnya.

Ia menilai proyek tersebut memiliki nilai strategis karena tidak hanya menjadi solusi jangka panjang dalam penanganan sampah perkotaan, tetapi juga mampu menambah pasokan energi ramah lingkungan serta membuka peluang lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Selain itu, kerja sama investasi tersebut dinilai berpotensi mendorong transfer teknologi modern dalam pengelolaan sampah dan energi, sekaligus memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat dan peningkatan pendapatan daerah.

“Investasi dimaksud bertujuan mendukung pengelolaan sampah dan penyediaan energi ramah lingkungan di Papua Barat,” kata Lakotani.

Pertemuan tersebut turut dihadiri pimpinan Huachuang Investment, pimpinan CITIC Construction Indonesia, Executive Director Huachuang Investment Jasmine Li, serta Penasihat Khusus Gubernur Papua Barat Tony Aditya.

Delegasi investor asal Tiongkok dijadwalkan melakukan kunjungan ke Manokwari pada Juni mendatang guna melanjutkan pembahasan teknis awal sekaligus meninjau lokasi yang disiapkan pemerintah daerah.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Papua Barat juga berencana melakukan kunjungan lanjutan ke Beijing untuk membahas kerja sama pada tingkat lebih lanjut sekaligus mengeksplorasi peluang investasi lainnya di Papua Barat. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *