Wakil Gubernur Papua Barat tampil di forum ekonomi RCEP di Wuhu, China, mempromosikan potensi investasi hijau, hilirisasi industri, dan penguatan kerja sama strategis Indonesia–China untuk mempercepat pembangunan daerah.
Papuabaratnews.id, Manokwari — Pemerintah Provinsi Papua Barat semakin agresif memperluas jejaring ekonomi internasional. Melalui forum 2026 RCEP Trade and Investment Cooperation Dialogue yang berlangsung di Kota Wuhu, Provinsi Anhui, China, Rabu (27/5/2026).
Dalam forum ini Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani mempromosikan Papua Barat sebagai kawasan investasi baru yang menjanjikan di kawasan Asia-Pasifik.
Kehadiran delegasi Papua Barat dalam forum ekonomi bergengsi yang mempertemukan pemimpin pemerintahan, investor global, pelaku industri, lembaga keuangan, hingga diplomat dari negara-negara anggota Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) itu dinilai sebagai langkah strategis untuk menarik investasi berkualitas ke Indonesia Timur.
Delegasi Papua Barat dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Mohamad Lakotani dan didampingi Penasihat Khusus Gubernur Papua Barat Bidang Hubungan Luar Negeri dan Investasi Asing, Tony Aditya Herdianto.
Partisipasi Papua Barat dalam forum tersebut merupakan undangan khusus Pemerintah Provinsi Anhui. Forum ini menjadi wadah untuk membahas berbagai isu strategis mulai dari penguatan perdagangan regional, pengembangan rantai pasok global, transisi energi hijau, hingga investasi industri berkelanjutan.
Dalam pidatonya di hadapan peserta forum internasional ini, Lakotani menegaskan bahwa Papua Barat memiliki posisi strategis dalam peta pembangunan ekonomi Indonesia dan kawasan Asia-Pasifik.
Menurutnya, Papua Barat tidak hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga memiliki potensi besar pada sektor energi terbarukan, ekonomi kelautan, hilirisasi industri, serta pengembangan ekonomi hijau yang berkelanjutan.
“Papua Barat tidak hanya menawarkan sumber daya alam, tetapi juga menawarkan masa depan. Kami percaya bahwa kemitraan internasional yang kuat dapat mempercepat transformasi ekonomi daerah sekaligus menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif,” ujar Lakotani.
Ia menegaskan, pemerintah daerah terbuka terhadap investasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal, menghormati prinsip keberlanjutan lingkungan, dan mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Bidik Kerja Sama Strategis dengan Anhui
Selain menghadiri forum utama, delegasi Papua Barat juga melakukan pertemuan resmi dengan Wakil Gubernur Anhui, Li Zhong.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang kerja sama di berbagai sektor strategis, mulai dari investasi industri, perdagangan internasional, pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, hingga energi hijau.
Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan China di tingkat daerah, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih konkret bagi Papua Barat.
Papua Barat juga memperkenalkan visi pembangunan daerah yang menempatkan wilayah ini sebagai gerbang penghubung (gateway) antara Indonesia, kawasan Pasifik, dan Asia Timur.
Posisi geografis tersebut dinilai memberikan nilai tambah bagi Papua Barat untuk menjadi salah satu simpul pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia Timur.
Bangun Kepercayaan Investor Global
Penasihat Khusus Gubernur Papua Barat Bidang Hubungan Luar Negeri dan Investasi Asing, Tony Aditya Herdianto, mengatakan forum RCEP menjadi momentum penting untuk membangun kepercayaan investor internasional terhadap Papua Barat.
Menurutnya, selama ini potensi ekonomi Papua Barat belum sepenuhnya dikenal oleh komunitas bisnis global, sehingga kehadiran langsung pemerintah daerah dalam forum internasional menjadi langkah penting untuk memperluas jaringan dan memperkenalkan berbagai peluang investasi yang tersedia.
“Kami melihat forum ini bukan hanya sebagai forum ekonomi, tetapi juga momentum membangun kepercayaan internasional terhadap Papua Barat sebagai emerging investment destination di Indonesia Timur,” katanya.
Melalui partisipasi dalam forum tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Barat berharap dapat membuka peluang masuknya investasi baru, mendorong transfer teknologi, memperkuat kerja sama internasional, serta mempercepat realisasi berbagai proyek strategis yang mendukung pembangunan ekonomi daerah.
Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap investasi berkelanjutan dan ekonomi hijau, Papua Barat tampaknya ingin menempatkan diri bukan sekadar sebagai daerah kaya sumber daya alam, melainkan sebagai mitra pembangunan yang siap berkolaborasi dalam ekosistem ekonomi regional yang semakin terintegrasi. (pbn)


***
***





