banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Kolaborasi Hari Bumi 2026, PLN UIP MPA Perkuat Konservasi Burung Mamoa di Desa Binaan

Mahasiswa dan masyarakat melakukan penanaman mangrove dalam kegiatan kolaborasi Hari Bumi 2026 di Pantai Wauwo, Desa Mamuya, Halmahera Utara. Aksi ini menjadi bagian dari upaya konservasi ekosistem pesisir dan perlindungan habitat burung Mamoa. (Dok. PLN UIP MPA)
banner 120x600

Papuabaratnews.id, Halmahera Utara — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua (UIP MPA) memperkuat komitmen pelestarian lingkungan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) konservasi burung Mamoa di Desa Mamuya, Kabupaten Halmahera Utara.

Program tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Bumi Sedunia 2026 yang diwujudkan melalui kolaborasi bersama mahasiswa Sylva Program Studi Kehutanan Universitas Halmahera.

banner 325x300

Kegiatan bertajuk “Merawat Bumi dari Mamuya: Edukasi dan Aksi untuk Lingkungan Hidup Berkelanjutan” itu digelar di Pantai Wauwo, Sabtu (25/4), melibatkan mahasiswa, dosen, kelompok konservasi, serta siswa dan guru SD Inpres Mamuya.

Sejak 2024, Desa Mamuya telah menjadi desa binaan PLN UIP MPA dalam program konservasi burung Mamoa. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada perlindungan satwa endemik, tetapi juga pemberdayaan masyarakat melalui edukasi lingkungan dan pelestarian ekosistem pesisir.

Mahasiswa bersama siswa SD Inpres Mamuya mengikuti sesi edukasi lingkungan dalam program konservasi burung Mamoa yang digelar PLN UIP MPA di Desa Mamuya, Halmahera Utara. (Dok. PLN UIP MPA)

Ketua Sylva Universitas Halmahera, Malviano Kaluela menegaskan pentingnya edukasi lingkungan bagi generasi muda sebagai fondasi membangun kesadaran menjaga alam sejak dini.

“Ketika anak-anak memahami pentingnya menjaga bumi, mereka akan tumbuh dengan kesadaran bahwa masa depan lingkungan ada di tangan mereka,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya menerima edukasi, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi penanaman mangrove serta konservasi semi alami telur burung Mamoa di kawasan pesisir.

Dosen Kehutanan Universitas Halmahera, Radios Simanjutak menyebut peringatan Hari Bumi menjadi momentum membangun kesadaran kolektif lintas generasi dalam menjaga lingkungan dan kekayaan hayati lokal.

“Burung Mamoa merupakan kekayaan alam Maluku Utara yang perlu dilindungi sekaligus dikenalkan kepada generasi muda,” katanya.

Seorang anak menunjukkan bibit mangrove usai mengikuti kegiatan edukasi dan aksi lingkungan dalam rangka Hari Bumi 2026 di Desa Mamuya, Halmahera Utara. Program ini mendorong kesadaran generasi muda terhadap pelestarian lingkungan. (Dok. PLN UIP MPA)

General Manager PLN UIP MPA, Raja Muda Siregar menambahkan, program konservasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan program TJSL berkelanjutan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

“Kami ingin memperkuat kolaborasi bersama masyarakat dan dunia pendidikan dalam menjaga keanekaragaman hayati sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Melalui sinergi tersebut, PLN UIP MPA berharap Desa Mamuya dapat berkembang sebagai model desa konservasi berbasis pemberdayaan masyarakat di Maluku Utara. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *