PLN UIP MPA pastikan proyek pembangkit siap masuk uji lanjutan sebelum beroperasi penuh.
Papuabaratnews.id, Halmahera Utara — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua (UIP MPA) kembali mencatat kemajuan signifikan dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah timur Indonesia. Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Tobelo berkapasitas 30 megawatt (MW) resmi memasuki tahapan First Smoke, pada Sabtu (14/2/2026).
PLTMG Tobelo berkapasitas total 30 MW tersebut terdiri atas PLTMG Tobelo 10 MW dan PLTMG Tobelo-2 berkapasitas 20 MW.
Tahapan First Smoke merupakan salah satu tonggak penting dalam proses pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar biosolar dan gas. Pada tahap ini dilakukan pengoperasian awal mesin pembangkit sehingga sistem mulai menghasilkan gas buang melalui cerobong.
Proses tersebut menandai bahwa instalasi utama pembangkit, termasuk sistem mesin, sistem bahan bakar, dan sistem pembuangan, telah terpasang dengan baik serta siap memasuki tahapan pengujian lanjutan sebelum commissioning.
Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Maluku dan Papua (UPP MPA) 2, Sugeng Santoso, menjelaskan keberhasilan pelaksanaan First Smoke menjadi indikator penting bahwa pekerjaan konstruksi dan instalasi peralatan utama pembangkit berjalan sesuai rencana.
“Pelaksanaan First Smoke pada PLTMG Tobelo 10 MW dan Tobelo-2 20 MW merupakan tahapan krusial yang menandai kesiapan awal unit pembangkit untuk memasuki proses pengujian berikutnya. Capaian ini merupakan hasil kerja sama seluruh pihak yang terlibat, mulai dari tim PLN, kontraktor, konsultan pengawas hingga seluruh stakeholder yang mendukung kelancaran proyek,” ujar Sugeng.
Ia menambahkan, pembangunan PLTMG Tobelo dirancang untuk memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Halmahera Utara dan sekitarnya. Proyek ini juga diharapkan meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat dan sektor usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan First Smoke melibatkan berbagai pihak, antara lain PLN UIP MPA dan PLN UPP MPA 2, PLN UP3 Tobelo, PLN ULPLTD Tobelo, PLN ULP Tobelo, PLN Pusmanpro, PLN Pusertif, serta Konsorsium PT Adhi Karya dan Korea Electric Power Corporation (KEPCO). Berbagai pemangku kepentingan turut mendukung agar seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai standar keselamatan, mutu, dan rencana.
General Manager PLN UIP MPA, Nur Hardiyanto, menegaskan keberhasilan tahapan First Smoke menjadi bukti komitmen PLN dalam mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah Maluku Utara.
“First Smoke PLTMG Tobelo merupakan milestone penting dalam perjalanan proyek menuju tahap pengoperasian. PLN berkomitmen memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai standar keselamatan, kualitas, dan tata kelola proyek yang baik sehingga pembangkit ini dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Nur.
Ia menambahkan, keberadaan PLTMG Tobelo dengan total kapasitas 30 MW akan menjadi tambahan pasokan listrik yang strategis untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Halmahera Utara dan sekitarnya.
“Dengan bertambahnya kapasitas pembangkit ini, kami berharap sistem kelistrikan di wilayah Tobelo dan sekitarnya akan semakin andal, sehingga mampu mendukung aktivitas masyarakat, pertumbuhan ekonomi daerah, serta pengembangan kawasan industri di Maluku Utara,” katanya.
PLN UIP MPA akan terus mengawal penyelesaian proyek PLTMG Tobelo hingga tahap synchronization dan Commercial Operation Date (COD), sehingga pembangkit ini dapat segera beroperasi optimal dalam mendukung penyediaan listrik yang andal dan berkelanjutan bagi masyarakat Halmahera Utara dan sekitarnya. (pbn)


***
***





