Papuabaratnews.id, Supiori — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua (UIP MPA) terus memperkuat komitmennya menghadirkan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal, merata, dan berkelanjutan di Tanah Papua. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Wabudori berkapasitas 1,2 MW di Kabupaten Supiori.
Upaya tersebut ditegaskan dalam kegiatan audiensi antara General Manager PLN UIP MPA dan General Manager PLN UIW P2B bersama Bupati Supiori yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Supiori, Rabu (30/4).
Audiensi ini dihadiri Bupati Supiori Heronimus Mansoben, Wakil Bupati Supiori Sahrul Hasanudin Nunsi, General Manager PLN UIP MPA Raja Muda Siregar, General Manager PLN UIW P2B Roberth Rumsaur, General Manager PLN Pusharlis Yussri Febiyanto, Senior Manager PPK PLN UIP MPA Abas Joni Wibowo, Manager UPP MPA 3 Rahmat Hidayat, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Supiori dan PLN.
Pertemuan tersebut menjadi langkah penting dalam menyatukan komitmen sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan pembangunan PLTM Wabudori berjalan sesuai target dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, PLN menyampaikan bahwa pada Januari 2026 telah diselesaikan pembaruan dokumen Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) sebagai bagian dari tahapan fundamental proyek. PLN juga telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai instansi, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH), ATR/BPN, serta OPD terkait.
Bupati Supiori, Heronimus Mansoben, menegaskan bahwa pembangunan PLTM Wabudori merupakan kebutuhan strategis yang telah lama dinantikan masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Supiori memberikan dukungan penuh karena proyek ini memiliki nilai strategis. Kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan keandalan listrik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Wakil Bupati Supiori, Sahrul Hasanudin Nunsi, turut menegaskan kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung percepatan proses, termasuk penguatan koordinasi lintas sektor.
General Manager PLN UIP MPA, Raja Muda Siregar, menyampaikan bahwa PLN berkomitmen menjalankan setiap tahapan proyek secara profesional, terukur, dan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
“PLN memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai perencanaan, mulai dari kesiapan dokumen, koordinasi perizinan, hingga penyelarasan aspek lingkungan dan tata ruang. Saat ini, pengalihan perizinan dari Pemerintah Kabupaten Supiori kepada PLN menjadi kebutuhan utama untuk memperkuat legalitas sebagai pemrakarsa proyek,” jelasnya.
Ia menambahkan, proyek ini ditargetkan dapat beroperasi secara komersial (commercial operation date/COD) pada 2029, dengan peluang percepatan melalui dukungan penuh pemerintah daerah.
Manager UPP MPA 3, Rahmat Hidayat, menilai kolaborasi aktif antara PLN dan Pemerintah Kabupaten Supiori menjadi kunci efektivitas implementasi proyek di lapangan.
“Dukungan pemerintah daerah merupakan elemen strategis dalam mempercepat penyelesaian aspek legalitas dan koordinasi teknis. Dengan sinergi yang solid, kami optimistis manfaat proyek ini segera dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Melalui audiensi ini, PLN UIP MPA bersama Pemerintah Kabupaten Supiori menegaskan komitmen bersama untuk mempercepat realisasi PLTM Wabudori 1,2 MW sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem kelistrikan di Supiori, mendorong pembangunan daerah, serta menghadirkan energi yang andal, bersih, dan berkeadilan. (pbn)


***
***





