ASN diminta hindari praktik pragmatis dan perilaku transaksional demi meningkatkan pelayanan publik
Papuabaratnews.id, Jakarta — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa aparatur sipil negara (ASN) memegang tanggung jawab utama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, menjauhi praktik tidak etis, serta menjaga integritas dan kepercayaan publik.
Menurutnya, prinsip tersebut merupakan fondasi penting bagi Indonesia untuk mencapai status negara maju. ASN yang berintegritas dan berjiwa melayani publik akan menghadirkan pemerintahan yang efektif dan berfungsi optimal.
“Syaratnya adalah kita harus punya pemerintahan yang efektif. The government who is governing, pemerintahan yang memerintah, yang berfungsi dan melayani,” kata Bima dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (29/11/2025), seperti dikutip Antara.
Hal itu disampaikan Bima saat menutup kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Administrator dan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan II Tahun 2025 di Kantor PPSDM Kemendagri Regional Yogyakarta.
Bima menjelaskan secara umum terdapat dua karakter ASN. Pertama, ASN dengan karakter egois yang lebih mengutamakan kepentingan pribadi. Kedua, ASN dengan karakter altruistis yang menempatkan kepentingan orang lain di atas kepentingan pribadi.
Ia mengingatkan bahwa karakter pertama itu harus dihindari karena dapat menghambat ritme organisasi dan mengganggu kinerja kolektif.
Selain itu, Bima juga mengklasifikasikan tipe ASN dalam tiga kategori. Tipe pertama ialah ASN yang pasif, enggan bergerak, dan hanya fokus pada diri sendiri. Meski tidak terlalu membahayakan secara sosial, tetapi kelompok ini tidak memberi kontribusi signifikan terhadap institusi.
Tipe kedua merupakan ASN yang memiliki keinginan berkontribusi, namun belum berani keluar dari zona nyaman. Adapun tipe ketiga adalah ASN yang berpikir visioner, mampu melihat kebutuhan masa depan, dan berupaya menghadirkan perubahan positif.
“Nah, untuk itu Bapak-Ibu sekalian ini yang paling penting. Please know your limit. Bapak-Ibu harus tahu ada di mana. Ini penting lho, know your limit,” imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut, Bima juga berharap agar peserta pelatihan dapat memanfaatkan momentum untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas diri.
Ia mendorong para ASN agar tidak hanya menyerap materi, tetapi juga mampu menciptakan peluang bagi pengembangan diri di masa mendatang.
Bima mengingatkan ASN agar senantiasa bekerja profesional, menjauhi sikap pragmatis, dan tidak terjebak dalam perilaku transaksional.
“Saya doakan kepada Bapak-Ibu untuk bisa bertahan, istikamah, menaklukkan semua jebakan, dan menimbun semua kesempatan dan momentum,” tuturnya. (ant)


***
***





