Papuabaratnews.id, Manokwari — Dua siswa SMA Negeri 2 Manokwari, Kevin Arief Ardiansyah dan Almira Indira Zulkifli, siap mewakili Provinsi Papua Barat dalam ajang Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2025 tingkat nasional yang digelar oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia, Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen RI) pada pekan depan.
Keduanya akan berkompetisi pada kategori inovasi bidang musik, film, animasi, dan video dengan purwarupa atau produk berjudul SINEMATIK (Sinema Interaktif Anak Nusantara). Produk inovatif ini merupakan platform digital film interaktif yang menghadirkan pengalaman menonton partisipatif dan edukatif. Melalui teknologi interaktif, SINEMATIK mendorong kreativitas, keterlibatan penonton, serta peningkatan literasi digital di kalangan generasi muda. Konsep ini dinilai memiliki potensi menjadi pionir sinema interaktif nasional yang kreatif, inklusif, dan berdaya saing global.
Selain dua peserta pada ajang FIKSI, SMA Negeri 2 Manokwari juga mengirim tiga siswa lainnya mewakili Papua Barat pada ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2025 tingkat nasional yang digelar pada pertengahan November mendatang. Ketiganya adalah Nayaka Fiesya Aurel (Lomba Jurnalistik), Surya Adisaputra (Lomba Fotografi), dan Veren Serafia Hammar (Lomba Cipta Lagu). Mereka berhasil lolos setelah melewati seleksi berjenjang di tingkat sekolah, kabupaten, dan provinsi.
Kepala SMA Negeri 2 Manokwari, Baik Bangun, menyampaikan rasa bangga atas capaian para siswa yang akan berlaga di tingkat nasional.
“Kami sangat bangga atas semangat dan kerja keras anak-anak ini. Mereka bukan hanya membawa nama sekolah, tetapi juga membawa misi memperkenalkan kreativitas muda Papua Barat di panggung nasional,” ujarnya di Manokwari, Sabtu (25/10/2025).
Baik Bangun menjelaskan, sekolah terus memberikan dukungan kepada siswa dalam bentuk bimbingan, pendampingan, serta fasilitas pengembangan ide-ide inovatif. Menurutnya, dukungan tersebut tidak hanya diberikan untuk FIKSI dan FSL3N, tetapi juga untuk berbagai ajang nasional lainnya.
“Tahun depan tentu masih ada banyak lomba dari kementerian seperti OSN, O2SN, FLS3N, FIKSI, LDI, dan LKS. Kami juga berencana mengikuti kompetisi tingkat internasional, terutama di bidang karya ilmiah. Untuk menuju ke sana, kami harus mempersiapkan anak-anak dengan baik, dengan membentuk tim pendamping dari para guru,” jelasnya.

Ia menambahkan, sekolah berupaya menciptakan iklim kompetisi yang sehat dan berkelanjutan di lingkungan siswa. Hal ini didukung oleh bantuan BOS Prestasi dari Kementerian senilai Rp146 juta yang diterima sekolah tahun ini.
“Syukurlah, SMA Negeri 2 Manokwari mendapat dukungan anggaran karena prestasi-prestasi yang telah diraih. Level skor kami saat ini adalah 6, level tertinggi. Dana ini khusus untuk mendukung kegiatan siswa berprestasi seperti lomba inovasi, seni, dan akademik,” terangnya.
Dengan keikutsertaan para siswa di dua ajang bergengsi nasional tersebut, SMA Negeri 2 Manokwari menegaskan komitmennya untuk menjadi sekolah yang aktif mengembangkan potensi akademik dan non-akademik, terutama di bidang seni, teknologi, dan kewirausahaan.
“Kami berharap kehadiran para wakil kami di tingkat nasional dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lain di Papua Barat untuk terus berinovasi dan berkarya bagi bangsa,” tambahnya.
Sementara itu, Kevin Arief Ardiansyah, salah satu peserta FIKSI 2025, mengaku senang sekaligus gugup menjelang kompetisi nasional.
“Kami sudah berusaha maksimal mempersiapkan produk ini selama enam bulan. Harapannya, SINEMATIK bisa menjadi wadah baru bagi generasi muda untuk belajar, berkreasi, dan berinteraksi melalui film yang edukatif,” ujarnya penuh semangat. (pbn)







