Papuabaratnews.id, Ternate – Sebuah kapal evakuasi milik Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate meledak di perairan Gita, Oba Selatan, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Minggu (2/2/2025). Akibat kecelakaan tersebut, tiga petugas meninggal dan seorang jurnalis masih hilang. Pemicu ledakan tersebut masih diinvestigasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Ternate Iwan Ramdani menjelaskan, kapal jenis rigid inflatable boat (RIB) atau perahu karet berlambung kaku itu mengalami kecelakaan saat melakukan operasi pencarian dan pertolongan.
Iwan menjelaskan, pada Minggu pukul 20.15 WIT, pihaknya mendapatkan laporan terkait kerusakan perahu milik dua nelayan bernama Udin dan Darwin yang sedang melaut menuju perairan Kayoa, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Pada pukul 20.31 WIT, Kantor SAR Ternate mengirimkan tim untuk merespons panggilan bantuan dari dua nelayan itu.
Dalam misi evakuasi tersebut, tim beranggotakan 11 orang. Mereka terdiri dari 7 anggota tim dari Kantor SAR Ternate, 3 orang dari Direktorat Polisi Air dan Udara (Polairud) Polda Maluku Utara, dan seorang jurnalis. Tim berangkat dari Pelabuhan Ahmad Yani, Ternate, Maluku Utara.
Akan tetapi, saat sedang berada di perairan Gita, Tidore, mesin kapal tersebut meledak. Lokasi ledakan diperkirakan berjarak 10 menit dari lokasi evakuasi yang jadi tujuan.
Akibat ledakan, para penumpang terempas ke laut. Pada pukul 22.45 WIT, Kepala Seksi Operasi SAR Ternate Syahran Laturua yang ikut terempas ke laut mampu kembali naik ke atas kapal dan melaporkan kapal yang mereka tumpangi meledak.
”Saat menerima informasi tersebut, kami langsung menuju lokasi menggunakan Kapal Negara SAR Pandudewantana. Kami juga menghubungi kapal-kapal yang melintas di daerah tersebut, seperti Kapal Cepat Cantika Lestari,” ucap Iwan di Ternate, Senin (3/2/2025).
Pada tahap awal evakuasi, para petugas yang menjadi korban dievakuasi kru Kapal Cantika Lestari 10 yang sedang melintas. Kapal cepat tersebut sedang berlayar dari Gita menuju Manado, Sulawesi Utara.
Para korban kemudian dibawa ke pelabuhan terdekat. Dari 11 penumpang, tujuh orang selamat, tiga orang meninggal, dan satu orang hilang. Para penumpang yang selamat kini dirawat di Ternate.
Penumpang selamat adalah Syahran Laturua, Hamja Djirun, Darmanto Rauf, Ryan Azur Sakti Ali, dan Maretang. Mereka adalah petugas dari Kantor SAR Ternate. Lalu, ada dua personel Polairud Polda Maluku Utara yang juga selamat, yakni Brigadir Kepala Irwan Idris dan Brigadir Dua Putra Nusantara Rustam.
Sementara itu, dari tiga orang yang meninggal, dua di antaranya petugas dari Kantor SAR Ternate, yakni Fadli Malagapi dan Rizki Esa. Satu korban tewas lainnya adalah personel Polairud Maluku Utara, yakni Bhayangkara Satu Mardi Hadji. Adapun korban yang masih hilang adalah jurnalis Metro TV, Syahril Helmi.

Masih diinvestigasi
Iwan menyebut, pemicu ledakan kapal itu masih diinvestigasi. Dia menambahkan, saat kejadian berlangsung, kapal itu tidak terbakar. Selain itu, sebelum berangkat, kapal tersebut juga dinyatakan serviceable atau dapat beroperasi untuk evakuasi. Para penumpang juga memakai jaket keselamatan saat melaut.
”Penyebab ledakan belum diketahui, perlu investigasi untuk mengetahuinya. Beberapa korban masih trauma sehingga perlu waktu untuk bisa diminta keterangan. Untuk korban jurnalis yang masih hilang, kami terus lakukan pencarian,” ucap Iwan.
Terkait dua nelayan yang sebelumnya dilaporkan mengalami kerusakan kapal, Iwan mengungkapkan, mereka sudah ditemukan. Dua nelayan tersebut ada di sebuah pulau di wilayah Halmahera dan akan dijemput petugas SAR.
Sementara itu, Direktur Polairud Polda Maluku Utara Komisaris Besar Azhari Juanda menjelaskan, pihaknya juga mengerahkan tim evakuasi untuk membantu pencarian dan pertolongan terhadap satu korban yang masih hilang. Ia sudah memberikan arahan kepada jajaran Polairud Maluku Utara untuk melakukan patroli laut dan patroli pesisir untuk mencari korban itu.
Azhari juga sudah meminta bantuan kapal-kapal nelayan yang melintas untuk memberikan informasi apabila menemukan tanda-tanda penemuan korban. ”Saya kerahkan komandan markas unit untuk mencari dengan patroli di laut dan pesisir. Semoga korban ditemukan dalam keadaan selamat,” ucap Azhari. (kom/pbn)


***
***





