Sebanyak 1.096 ton beras dan 219 ribu liter minyak goreng bantuan pemerintah telah disalurkan kepada 54.803 keluarga penerima manfaat di lima kabupaten, termasuk wilayah kepulauan dan daerah pegunungan yang sulit dijangkau.
Papuabaratnews.id, Manokwari — Perum Bulog Cabang Manokwari memastikan penyaluran bantuan pangan pemerintah periode Februari–Maret 2026 telah terealisasi 100 persen kepada 54.803 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tersebar di lima kabupaten di Papua Barat.
Total bantuan yang berhasil disalurkan terdiri atas 1.096.060 kilogram beras dan 219.212 liter minyak goreng. Penyaluran tersebut mencakup Kabupaten Manokwari, Teluk Bintuni, Pegunungan Arfak, Teluk Wondama, dan Manokwari Selatan.
Kepala Perum Bulog Manokwari, Sheika Irawaty, mengatakan proses distribusi bantuan sempat diperpanjang dari target awal yang berakhir pada 31 Mei 2026. Perpanjangan waktu dilakukan untuk memastikan bantuan dapat menjangkau seluruh penerima manfaat, terutama di wilayah kepulauan dan daerah dengan akses transportasi yang terbatas.
“Penyaluran terakhir dilakukan ke wilayah kepulauan di Kabupaten Teluk Wondama. Alhamdulillah seluruh bantuan sudah tersalurkan 100 persen,” kata Irawaty di Manokwari, Jumat.
Ia menjelaskan, Kabupaten Manokwari menerima alokasi terbesar dengan total 449.420 kilogram beras dan 89.884 liter minyak goreng untuk 22.471 penerima manfaat.
Selanjutnya, Kabupaten Teluk Bintuni memperoleh 205.400 kilogram beras dan 41.080 liter minyak goreng yang disalurkan kepada 10.270 penerima manfaat.
Sementara itu, Kabupaten Pegunungan Arfak menerima 186.820 kilogram beras dan 37.364 liter minyak goreng untuk 9.341 penerima manfaat, Kabupaten Teluk Wondama sebanyak 130.840 kilogram beras dan 26.168 liter minyak goreng bagi 6.542 penerima manfaat, serta Kabupaten Manokwari Selatan memperoleh 123.580 kilogram beras dan 24.716 liter minyak goreng yang disalurkan kepada 6.179 penerima manfaat.
Menurut Irawaty, Bulog melakukan pengawalan langsung selama proses distribusi guna memastikan bantuan diterima masyarakat sesuai jumlah dan kualitas yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kami mengawal langsung proses distribusi untuk memastikan seluruh bantuan pangan sampai kepada penerima manfaat tanpa kekurangan, baik dari sisi jumlah maupun kualitas,” ujarnya.
Selain memastikan kelancaran distribusi, Bulog juga memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait mekanisme penetapan penerima manfaat yang mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang tidak masuk dalam daftar penerima bantuan.
“Kendala di lapangan pada umumnya hanya faktor cuaca. Memang ada masyarakat yang bertanya mengapa tidak menerima bantuan, tetapi setelah diberikan penjelasan terkait data penerima, mereka dapat memahami dengan baik,” kata Irawaty.
Lebih lanjut, Bulog Manokwari kini mulai mempersiapkan penyaluran bantuan pangan tahap berikutnya untuk periode Juli, Agustus, dan September 2026.
Meski kuota bantuan dari pemerintah pusat masih menunggu penetapan, Bulog telah mulai menyiapkan stok komoditas guna memastikan proses distribusi tahap berikutnya dapat berjalan tepat waktu.
“Untuk kuotanya kami masih menunggu. Namun kami akan fokus terlebih dahulu pada penyaluran bulan Juli agar pelaksanaannya lebih ringan. Stok sudah mulai masuk,” ujarnya.
Keberhasilan penyaluran bantuan pangan hingga mencapai 100 persen tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan masyarakat, khususnya kelompok rentan yang membutuhkan dukungan di tengah berbagai tantangan ekonomi dan geografis di Papua Barat. (pbn)







