Industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar, sementara sektor transportasi dan pergudangan mencatat pertumbuhan tertinggi sepanjang 2025.
Papuabaratnews.id, Manokwari — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat mencatat pertumbuhan ekonomi Provinsi Papua Barat Daya sepanjang tahun 2025 mencapai 4,03 persen secara kumulatif (cumulative to cumulative/c-to-c) dibandingkan tahun 2024. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik yang tetap kuat hingga akhir tahun.
Kepala BPS Provinsi Papua Barat, Merry, mengatakan bahwa kinerja positif tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi pada akhir tahun.
“Ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik yang tetap kuat, ekonomi Papua Barat Daya tumbuh 4,09 persen secara year-on-year pada Triwulan IV-2025 dan secara kumulatif tumbuh 4,03 persen sepanjang tahun 2025,” ujar Merry dalam siaran pers Berita Resmi Statistik di Manokwari, Kamis (5/2/2026)
BPS mencatat, pada Triwulan IV-2025, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Papua Barat Daya atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 mencapai Rp6.601,82 miliar. Sementara secara kumulatif, PDRB ADHK Papua Barat Daya tahun 2025 tercatat sebesar Rp25.875,24 miliar, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp24.873,72 miliar
Dari sisi lapangan usaha, Merry menjelaskan bahwa sebagian besar sektor ekonomi di Papua Barat Daya mengalami pertumbuhan sepanjang tahun 2025. Berdasarkan catatan BPS, industri pengolahan tercatat sebagai sumber pertumbuhan ekonomi terbesar, dengan andil sebesar 0,78 persen (c-to-c) terhadap pertumbuhan ekonomi Papua Barat Daya sepanjang 2025
“Pada tahun 2025, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar di Papua Barat Daya,” kata Merry dalam siaran pers tersebut
Selain industri pengolahan, sejumlah lapangan usaha lain juga memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Sektor perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor mencatat kontribusi pertumbuhan sebesar 0,69 persen, diikuti pertambangan dan penggalian sebesar 0,62 persen, pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 0,41 persen, serta administrasi pemerintahan sebesar 0,38 persen sepanjang tahun 2025
BPS juga mencatat bahwa dari sisi laju pertumbuhan, transportasi dan pergudangan menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi pada 2025, yaitu 7,47 persen (c-to-c). Pertumbuhan tersebut diikuti oleh penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh 6,94 persen, serta perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor yang tumbuh 5,60 persen sepanjang tahun 2025
Sementara itu, dua lapangan usaha tercatat mengalami kontraksi selama tahun 2025, yakni jasa keuangan dan asuransi yang terkontraksi 2,41 persen, serta jasa perusahaan yang mengalami kontraksi sebesar 0,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi pengeluaran, seluruh komponen PDRB Papua Barat Daya pada 2025 mengalami pertumbuhan. Ekspor barang dan jasa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar, dengan kontribusi 3,47 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi Papua Barat Daya.
“Menurut pengeluaran, ekspor barang dan jasa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar Papua Barat Daya pada tahun 2025,” ujar Merry
Secara spasial, Papua Barat Daya memberikan kontribusi sebesar 6,17 persen terhadap total perekonomian wilayah Maluku dan Papua pada tahun 2025. Capaian tersebut menunjukkan peran Papua Barat Daya dalam struktur ekonomi kawasan tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian regional.
Dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,03 persen sepanjang 2025, Papua Barat Daya menunjukkan tren penguatan ekonomi dibandingkan tahun sebelumnya, seiring meningkatnya aktivitas produksi, distribusi, dan konsumsi di berbagai lapangan usaha utama. (pbn)


***
***





