Berita  

Reno” Anjing K-9 Gugur Saat Mencari Korban di Agam Sumbar

Reno, anjing pelacak spesialis SAR K-9 Polda Riau yang gugur dalam operasi kemanusiaan pencarian korban banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumbar. (Dok. Polda Riau)
banner 120x600

Papuabaratnews.id, Kabupaten Agam — Reno, anjing pelacak dari unit K-9 Polda Riau, gugur saat menjalankan operasi kemanusiaan untuk mencari korban banjir bandang di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar).

Satwa polisi berjenis Belgian Malinois berusia delapan tahun itu tak lagi terselamatkan setelah bekerja tanpa henti selama beberapa hari dalam misi pencarian jenazah di wilayah yang terdampak bencana.

banner 325x300

Reno merupakan anjing K-9 spesialis search and rescue (SAR) yang kerap dilibatkan dalam berbagai operasi pencarian korban bencana.

Pada penugasan di bawah Operasi Aman Nusa II di Kabupaten Agam, kondisi fisiknya melemah akibat kelelahan saat membantu tim menggali dan menelusuri area terdampak. Upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil hingga akhirnya Reno dinyatakan gugur dalam tugas.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Anom Karibianto menyampaikan duka mendalam atas kepergian Reno, yang dinilai memiliki rekam pengabdian panjang di satuan satwa kepolisian.

“Reno gugur dalam tugas negara saat membantu operasi kemanusiaan di Kabupaten Agam. Dedikasinya patut diteladani. Kami seluruh keluarga besar Polda Riau menyampaikan rasa kehilangan yang sangat mendalam,” ujar Anom kepada wartawan, Selasa (2/12/2025).

Reno, anjing pelacak K-9 Polda Riau dimakamkan secara kedinasan. (Dok. Polda Riau)

Sebagai bentuk penghormatan kedinasan, jenazah Reno dimakamkan secara resmi. Upacara dipimpin langsung oleh Direktur Samapta Polda Riau Kombes Syahrial M Abdi dan dihadiri personel Polsatwa Polda Riau serta jajaran aparat kepolisian dari Polda Sumbar.

Reno, yang selama ini menjadi bagian penting dalam setiap operasi kemanusiaan Polda Riau, disemayamkan dengan protokol kedinasan lengkap, termasuk pembentangan bendera Merah Putih yang menyelimuti jasadnya sebelum diturunkan ke liang lahat.

Anom menekankan bahwa satwa K-9 bukan hanya alat taktis, tetapi anggota yang memiliki kontribusi signifikan dalam misi kemanusiaan, penegakan hukum, maupun pencarian korban bencana. Ia menambahkan bahwa pengabdian Reno akan tetap dicatat sebagai bagian dari kehormatan institusi kepolisian.

“Sebagai bentuk penghormatan, Satwa K9 Reno dimakamkan secara kedinasan. Reno adalah bagian dari keluarga besar Polda Riau, pengabdiannya tercatat sebagai kehormatan bagi institusi Polri,” katanya.

Upacara perpisahan yang berlangsung khidmat itu menjadi penghormatan terakhir bagi Reno, anjing pelacak yang telah mendarmabaktikan hidupnya dalam tugas kemanusiaan.

“Selamat jalan, Reno. Pengabdianmu menjadi kehormatan bagi kami dan akan selalu dikenang,” ujar Anom.  (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *